Sabtu, 28 Januari 2023

Belum Dimanfaatkan Optimal, Alat Tidak Bisa Bohong

- Kamis, 19 Januari 2017 | 08:15 WIB
  BERMANFAAT: Laboratorium olahraga milik IKIP Mataram belum dimaksimalkan. Foto: Istimewa/Radar Depok Menengok Laboratorium Olahraga di NTB Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram, Nusa Tenggara Barat, memiliki laboratorium olahraga. Namun, keberadaannya belum dimanfaatkan secara optimal.   Padahal, beberapa alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan atlet, tersedia di sana. Ketua Pengelola Laboratorium Olahraga IKIP Mataram, Dadang Marta Chandra mengatakan, alat-alat tersebut diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). ”Kita memiliki alat fitnes, treadmill, hingga pengukur detak jantung,” terang Dadang. Imbuhnya, "Alat itu tidak bisa bohong. Jika kemampuan atlet itu rendah ya memang begitu kemampuannya. Kalau dipaksakan atlet bisa terkuras,” ujarnya. Menurutnya, sport science harus diterapkan dalam setiap cabor (cabang olahraga). Untuk menjalankan itu, semua bisa dilakukan dengan alat tersebut. ”Penerapan sport science 70 persen ada di sini. Sisanya ada di lapangan,” terangnya. Dadang menerangkan, untuk mengukur kemampuan atlet harus dilakukan pada awal dan akhir. Maksudnya, di awal kemampuan masing-masing atlet sudah diketahui. Selanjutnya, atlet tersebut dibina. Setelah itu,  kemampuan atlet diukur kembali. Jika kemampuannya menurun dari tes awal berarti kemampuan atlet itu tidak ada perkembangan. Sebaliknya, jika kemampuan atlet meningkat berarti proses pembinaannya berhasil. Alat tersebut seperti dikatakan Dadang pernah digunakan KONI NTB semasa kepemimpinan H MNS Kasdiono. Penggunaannya itu untuk mengukur kemampuan atlet yang berlaga di PON Riau 2012. ”Saat itu KONI NTB menargetkan delapan medali emas. Ukuran delapan itu dilihat dari hasil laboratorium ini,” terangnya. Target tersebut diukur pada tes awal. Ketika  dilakukan tes akhir, KONI NTB sudah optimis bisa memberikan lebih dari delapan emas. Pada akhirnya mereka mendapat 11 medali emas. Humas IKIP Mataram, Ismail Marzuki, menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI NTB seharusnya bisa menggunakan alat tersebut berdasarkan memorandum of understanding (MoU), agar pertanggungjawaban penggunaan alat tersebut jelas. Harapannya dengan kerja sama bisa memperbaiki prestasi olahraga NTB di kancah nasional. (*)

Editor: redaksi01

Tags

Terkini

Rudy Susmanto Desak PLT Bupati Isi 70 Jabatan Kosong

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:28 WIB

Katar Tanah Baru Bantu Korban Gempa Cianjur

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:49 WIB

Santos Lolos

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:28 WIB

Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Cianjur Selasa Dini Hari

Selasa, 24 Januari 2023 | 06:11 WIB

Tetap Ardern

Senin, 23 Januari 2023 | 14:05 WIB
X