Selasa, 7 Februari 2023

Di Jember ternyata ada Destinasi Wisata Makan Durian Segar Sambil Ngopi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 08:36 WIB
ASRI : salah satu spot terindah di Rengganis Forest Park. Deretan taman, tenda, serta aneka ornamen yang tertata begitu rapi ditempatkan di tepi sungai yang begitu alami. Alfian Rizal/Jawa Pos
ASRI : salah satu spot terindah di Rengganis Forest Park. Deretan taman, tenda, serta aneka ornamen yang tertata begitu rapi ditempatkan di tepi sungai yang begitu alami. Alfian Rizal/Jawa Pos

RADARDEPOK.COM - Objek wisata yang satu ini terletak di kawasan kaki Gunung Argopuro. Tepatnya di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Jember. Hanya sekitar 22 kilometer. Aksesnya pun sudah lumayan representatif. Meski, jalannya cukup sempit.

Begitu tiba, suasana alam khas dataran tinggi langsung menyambut. Hawanya begitu sejuk. Ditambah rindangnya pepohonan serta suara gemercik air sungai. Para pengunjung seakan-akan diajak berelaksasi. Apalagi jika traveler menyempatkan diri berendam. Sensasinya dinginnya bakal makin terasa.

Sesuai dengan konsepnya, sajian utama destinasi yang diberi nama Rengganis Forest Park tersebut adalah bercengkerama dengan alam. Karena itu, di sana pengelola menyediakan empat tenda.

Penataan tenda-tenda itu sangat epik. Didirikan di atas papan yang ditempatkan di sebelah sungai. Di atas tenda terdapat hiasan seperti payung warna-warni hingga lampu-lampu sehingga suasana malam begitu semarak.

Pengunjung juga diperbolehkan membawa peralatan berkemah sendiri. Jangan khawatir, lahan yang tersedia cukup luas. Bisa menampung hingga 20 unit tenda. Tarifnya juga tergolong murah, Rp 30 ribu untuk membantu pembiayaan listrik.

Selain bercengkerama dengan alam, pengunjung bisa merasakan sajian yang menjadi salah satu maskot di objek wisata tersebut. Yakni, menikmati durian dan kopi lokal.

Ya, dua komoditas itu sejak lama menjadi andalan warga setempat. Pohon-pohonnya bisa dijumpai di sejumlah titik. Misalnya, di sebelah area hutan Gunung Argopuro, pekarangan warga, atau ladang Perhutani.

Karena itu, durian yang bisa dinikmati pengunjung benar-benar fresh dari pohon. Daging buahnya tebal dan aromanya juga begitu menggoda. Soal harga, jangan khawatir. Relatif murah. Berkisar Rp 45 ribu hingga Rp 55 ribu.

Sajian kopinya juga layak dicoba. Racikannya beragam. Mulai green coffee bean (olahan biji kopi mentah dan biasanya berwarna hijau) hingga kopi fermentasi. Soal kualitas, jangan khawatir. ”Kopi produksi kami pernah ikut kontes di Jakarta dan masuk sebagai salah satu nominasi juara,” jelas Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rengganis Hartono.

Aneka sajian itu sudah bisa menggambarkan betapa asyiknya berwisata di destinasi yang satu ini. Berkemah di tengah alam sambil menikmati lezatnya durian plus secangkir kopi hangat.

Sensasi itu pula yang membuat Rengganis Forest Park diminati wisatawan dari berbagai daerah. Mulai Malang, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak sedikit pengunjung yang menginap hingga lima hari.

Meski Rengganis Forest Park sudah dibuka untuk umum, pengelola belum menerapkan harga tiket masuk (HTM). Pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan. ”Supaya semua lapisan masyarakat bisa menikmati wisata di sini,” tandas Hartono.

Terinspirasi sang Dewi Tercantik di Argopuro


Rengganis Forest Park tergolong baru karena dibuka pada Juni lalu. Sebelum menjadi objek wisata, kawasan itu cukup kumuh. Sampai akhirnya, warga berkeinginan kuat menyulapnya menjadi sebuah objek wisata.

Masa awal merintis pada 2020 penuh perjuangan. Awalnya, warga tidak memiliki gambaran konsep wisata yang akan diusung. Mereka pun lantas belajar melalui video-video objek wisata sukses di internet. Warga juga sempat melakukan studi banding ke Jogjakarta.

Setelah objek wisata tersebut siap di-launching, warga sepakat memberi nama Rengganis Forest Park. Terinspirasi oleh nama Dewi Rengganis yang terkenal di seantero Argopuro berkat kecantikannya. Selain itu, objek wisata tersebut diberi nama Wisata Kampung Durian. ”Karena diresmikan bupati dengan julukan tersebut,” kata Ketua LMDH Rengganis Hartono.

Ke depan, objek wisata itu masih terus dikembangkan. Sejumlah wahana baru disiapkan pengelola. Mulai arung jeram dengan memakai ban di sungai besar hingga penambahan spot-spot foto selfie yang estetis. Harapannya, lebih banyak pengunjung yang datang.

Perkembangan sektor pertanian dan wisata di desa tersebut memberikan dampak positif terhadap warga. Terutama dari sisi perekonomian. ”Dulu desa ini termasuk miskin dan tertinggal,” ujar Hartono.

Mayoritas usaha masyarakat di wilayah itu menggunakan lahan milik Perhutani dengan sistem bagi hasil. Yakni, 80 persen untuk warga dan 20 persen untuk Perhutani. ”Yang terpenting, masyarakat di sini sejahtera,” tutur Heriono, kepala resor pemangku hutan. (rd/jpc)

Sumber : Jawapos.com

Editor: Ricky Juliansyah

Tags

Terkini

Bakar 1.500 T

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:05 WIB

Muhammadiyah Puasa 23 Maret, Lebaran 21 April

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:10 WIB

Prabowo Muji Presiden Jokos Widodo Setinggi Langit

Senin, 6 Februari 2023 | 16:15 WIB

62 Ribu Jamaah Haji Lansia, Kemenag Siapkan ini?

Senin, 6 Februari 2023 | 15:40 WIB

Geis Chalifah Ungkap Anies Baswedan Taat Janji

Senin, 6 Februari 2023 | 12:53 WIB
X