Selasa, 31 Januari 2023

Presiden Jokowi Pastikan 17 Kepala Negara akan Hadiri KTT G20

- Rabu, 9 November 2022 | 14:05 WIB
CEK KESIAPAN: Jokowi meninjau lokasi pertemuan para peserta KTT G20 di Bali kemarin. FOTO: SETPRES
CEK KESIAPAN: Jokowi meninjau lokasi pertemuan para peserta KTT G20 di Bali kemarin. FOTO: SETPRES

RADARDEPOK.COM, JAKARTA -- Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tinggal menghitung hari. Kemarin (8/11) Presiden Joko Widodo meninjau beberapa tempat yang akan digunakan untuk perhelatan tersebut. Dia memastikan ada 17 kepala negara yang akan hadir pada acara di Bali itu.

Jokowi menyatakan, Indonesia sudah siap menerima tamu delegasi KTT G20. “Sudah H-7 dan saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil,” ujarnya.

Salah satu yang ditinjau Jokowi adalah kawasan rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove Tahura Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

Penataan mangrove Tahura Ngurah Rai telah selesai 100 persen dan siap menjadi venue showcase konservasi mangrove untuk tamu-tamu negara KTT G20. Jokowi hanya meminta tambahan pekerjaan kecil, seperti penambahan anak tangga dari kayu di lokasi pembibitan untuk mempermudah para tamu negara.

Jokowi juga melihat The Apurva Kempinski yang rencananya untuk makan siang dan foto bersama para kepala negara. Rombongan juga melihat Bali International Convention Center (BICC) di Nusa Dua dan Garuda Wisnu Kencana.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa hingga kemarin sudah ada 17 kepala negara yang menyatakan hadir pada KTT G20. “Sudah, itu yang sudah pasti 17,’’ ungkap presiden.

Di antaranya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

Bagaimana dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky? ”Beberapa hari lalu saya sudah berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky. Beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan,’’ imbuhnya.

Presiden kembali menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin negara pada KTT G20 di Bali merupakan suatu kehormatan. “Dalam keadaan normal, itu biasa yang hadir juga 17–18 (kepala negara). Sekarang dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit. Kalau kehadirannya sampai sejumlah itu, saya kira sangat bagus,” bebernya.

Selain Biden dan Xi Jinping, Perdana Menteri (PM) baru Inggris Rishi Sunak juga dipastikan hadir. Kepastian tersebut disampaikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.

Dalam pertemuan nanti, kata dia, PM Sunak membawa sejumlah hal untuk dibahas bersama para pemimpin dunia. Namun, yang pertama bakal disampaikan adalah dukungan kuat untuk presidensi Indonesia. ”Indonesia telah menjalankan pekerjaan luar biasa dalam memimpin G20 di situasi paling sulit. Kita akan mendukung area yang Indonesia telah canangkan sebagai prioritas,” tuturnya.

Misalnya, meningkatkan arsitektur kesehatan internasional serta mendukung transisi energi dan transformasi digital. Menurut dia, hal tersebut merupakan agenda yang dibutuhkan dunia. “Dan Indonesia cukup tepat untuk menerapkannya, sejalan dengan pemulihan pandemi,” sambungnya.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono menerangkan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2022. SE tersebut berisi pengaturan operasional penerbangan selama penyelenggaraan KTT Presidensi G20 Indonesia di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pengaturan operasional akan dilakukan pada 12–18 November 2022. Antara lain, jam operasional ditetapkan selama 24 jam dan penerbangan komersial dilarang parkir menginap. Kemudian, diberlakukan pembatasan operasi untuk penerbangan reguler mulai 13–17 November 2022. Hal itu bertujuan memberikan ruang terhadap penanganan penerbangan VVIP.

Selain itu, lanjut dia, telah ditetapkan 11 bandara pendukung yang beroperasi selama 24 jam. Yakni, Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Syamsuddin Noor, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Kemudian, Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Banyuwangi, dan Bandara Halim Perdanakusuma. ”Bandara pendukung ini akan digunakan untuk kepentingan penempatan pesawat udara VVIP G20 dan pendukungnya,’’ jelasnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa dirinya akan datang dalam KTT G20. Namun, bukan secara langsung, melainkan virtual. Hal itu diungkapkan juru bicaranya, Serhiy Nykyforov, saat diwawancarai lembaga penyiaran publik Suspilne.

Beberapa hari sebelumnya, Zelensky menegaskan bahwa dirinya tidak akan datang jika Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam acara yang dimulai pada 15 November itu. Sama seperti Zelensky, ada kemungkinan Putin juga hadir secara virtual. Nykyforov tidak menjelaskan dengan detail apakah Zelensky berubah pikiran.

Yang jelas, kehadiran Putin tidak akan disambut dengan baik, entah itu datang secara fisik maupun virtual. Pemerintah AS telah berkoordinasi dengan rekan-rekan globalnya untuk mengisolasi Putin jika dia memutuskan untuk berpartisipasi. Mereka telah membahas boikot atau tampilan kecaman lainnya. (jpc/rd)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Surya Paloh Kena Semprot Jokowi Soal Deklarasi Anies

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:43 WIB

Lulusan SMA Bisa Menjadi CPNS di Tahun 2023

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:29 WIB

Gaji PPPK Tahun 2023 Naik, Cek kenaikan Gajinya

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:03 WIB

Ketum PBNU Angkat Bicara soal Usulan Biaya Haji 2023

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:46 WIB

Viral Bocah SD Bawa Ayah Berobat Pakai Becak Motor

Selasa, 31 Januari 2023 | 07:57 WIB

Bebas 106T

Selasa, 31 Januari 2023 | 07:45 WIB

Jokowi Ungkap Isi Pertemuannya dengan Surya Paloh

Senin, 30 Januari 2023 | 10:12 WIB

Yourway Myway

Senin, 30 Januari 2023 | 08:41 WIB
X