Selasa, 7 Februari 2023

Berikut Ini Detik-detik Penembakan Brigadir J Versi Bharada Eliezer

- Rabu, 30 November 2022 | 17:09 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat Richard Eliezer menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Sidang lanjutan tersebut kembali dengan agenda pemeriksaan 11 saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, diantaranya anggota Polri dan pegawai swasta. FOTO: DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat Richard Eliezer menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Sidang lanjutan tersebut kembali dengan agenda pemeriksaan 11 saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, diantaranya anggota Polri dan pegawai swasta. FOTO: DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM

RADARDEPOK.COM, JAKARTA -- Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E menceritakan detik-detik penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Richard awalnya datang dari rumah Saguling bersama rombongan.

Rombongan itu terdiri dari Ricky Rizal sebagai sopir, Yosua duduk di depan samping sopir, Putri Candrawathi duduk di kursi tengah, lalu Richard dan Kuat Ma’ruf di kursi belakang. Kuat masuk rumah pertama kali disusul Putri dan Richard. Sedangkan Ricky dan Yosua berada di luar rumah.

“Sampai depan kamar (Putri), saya langsung naik ke lantai 2 yang mulia. Saya langsung rada takut pada saat itu, Yang Mulia. Saya naik lantai 2 kan ada tembusan kamar, dalam pikiran saya, ‘Wah sudah mau terjadi nih,'” ungkap Richard dalam persidangan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Richard sempat berdoa di kamar. Lalu turun ke bawah.

“Sampai di ujung tangga, Saudara FS di situ, dia sudah memakai sarung tangan, Yang Mulia. Sarung tangan karet warna hitam,” ucapnya.

“Dia tanya ke saya ‘Sudah kau isi senjatamu?’ ‘Siap belum, ndan’ jawab saya. (FS perintahkan) ‘Kau isi’. Isi itu artinya kokang yang mulia,” lanjutnya.

Saat itu, di ruang bawah hanya ada Sambo seorang diri. Setelah senjata dikokang, Richard meletakan kembali pistolnya di pinggang dan menunggu di samping meja. Setelah itu, Yosua masuk. Ricky dan Kuat Ma’ruf di belakangnya.

“Pas masuk, Pak FS langsung lihat ke belakang ‘sini kamu’ langsung pegang leher ‘berlutut kamu ke depan saya, berlutut kamu, berlutut’ disuruh berlutut, Yang Mulia,” ungkap Richard.

“Terus melirik ke saya ‘Woy kau tembak, kau tembak cepat, cepat kau tembak’, saya langsung keluarkan senjata, langsung saya tembak yang mulia,” tambahnya.

Penembakan terjadi dari jarak sekitar 2 meter. Total ada 3-4 tembakan yang diletuskan oleh Richard. Kondisi Yosua saat itu masih hidup, mengerang kesakitan lalu terkapar ke lantai.

Sambo kemudian mengokang senjatanya. Lalu menembak lagi Yosua yang tengah mengerang kesakitan. Tembakan pamungkas Sambo itu mengakhiri hidup Yosua.

Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Dia bersama istrinya Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky, dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsider. (jpc/rd)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bakar 1.500 T

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:05 WIB

Muhammadiyah Puasa 23 Maret, Lebaran 21 April

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:10 WIB

Prabowo Muji Presiden Jokos Widodo Setinggi Langit

Senin, 6 Februari 2023 | 16:15 WIB

62 Ribu Jamaah Haji Lansia, Kemenag Siapkan ini?

Senin, 6 Februari 2023 | 15:40 WIB

Geis Chalifah Ungkap Anies Baswedan Taat Janji

Senin, 6 Februari 2023 | 12:53 WIB
X