RADARDEPOK.COM - Pengurus Partai Buruh melaksanakan kegiatan buka bersama sekaligus konsolidasi partai, di Ged ung Serba Guna Gumilang, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok.
Ketua Ecxo Partai Buruh Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan, seluruh pengurus Exco Partai Buruh, khususnya Exco Partai Buruh Kota Depok, mulai menghidupkan mesin partai di seluruh daerah.
“Dalam kegiatan ini hadir Exco Pusat, Provinsi Jawa Barat, dan Kota Depok,” kata Wido, Senin (17/4).
Dalam kegiatan ini, Partai Buruh juga mengenalkan calon – calon legislatif yang bakal berkontestasi pada Pemilu 2024. Mulai dari tingkat Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, dan Pusat.
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng, Neng Dian Luncurkan Rumah Produktif Disaksikan Walikota Depok
“Acara ini memang ajang silaturahmi, sekaligus mengenalkan calon legislatif kami, biar teman – teman serikat pekerja terkenal. Contoh pak Wisnu sebagai bakal calon legislatif Provinsi Jawa Barat, Dapil Delapan, lalu ibu Mustiah calon DPR RI, terus dari tingkat kota ada bu Lastri, bu Yuni, bu Surya, bu Elamsyah,” ucap dia.
Dia menerangkan, pada Pemilu 2024 nanti Partai Buruh bakal menurunkan 50 bakal calon legislatif di tingkat Kota Depok, 11 di tingkat Provinsi Jawa Barat, dan enam di DPR RI.
"Untuk di Depok, Bacaleg paling banyak itu di Dapil Cilodong – Tapos. Di sana ada 14 Bacaleg,” tutur dia.
Di Lokasi yang sama, Bacaleg DPR RI Partai Buruh Dapil Kota Depok – Kota Bekasi, Mustiah menerangkan, sebai calon wakil rakyat di Senayan, dia bakal meningkatkan kesejahteraan buruh, dan seluruh lapisan masyarakat kelas pekerja.
Baca Juga: Sulit Belajar Alat Musik, Berikut Rekomendasi Tempat Kursus Musik di Kota Depok
“Saya memiliki visi dan misi yang kurang lebih sama dengan partai. Yaitu menyejahterakan buruh, nelayan, pedagang, tukang ojek, dan semua lapisan masyarakat,” imbuh dia.
Sementara itu, Bacaleg Provinsi Jawa Barat, dari Partai Buruh, M.Q. Wisnu Aji menegaskan, Partai Buruh juga akan memberikan jaminan pendidikan, jaminan kesehatan. Jaminan pendidikan ini ditegaskan karena dia merasa pendidikan saat ini belum merata di indonesia.
“Belum semua orang menikmati fasilitas pendidikan dari pemerintah. Sekarang ini rakyat Indonesia rata-rata lama belajar masih 8,9 tahun, masih sekolah level menegah pertama padahal kita sudah diwajibkan wajib belajar 12 tahun. Pendidikan merupakan pangkal dari keberhasilan suatu bangsa, jangan sampai kita kalah bersaing dengan bangsa-bangsa lain, jadi itu yang harus kita dorong termasuk masalah kesehatan,” beber dia.
Dia optimis Partai Buruh akan meraih banyak kursi pada Pemilu nanti. Hal ini dikarenakan dia beranggapan partai buruh konsituennya sangat besar. Partai Buruh sangat militan jumlah anggota partai buruh sudah 80.000 di Depok, belum lagi di Kota Bekasi dan kota lainnya.
“Insya Allah tahun 2024 partai buruh masuk parlemen," tegas dia.
Sementara itu, Wido menambahkan, keunggulan dari Partai Buruh adalah mayoritas kadernya merupakan karyawan sekaligus pengurus serikat pekerja aktif di perusahaan.
“Masih aktif di kegiatan serikat pekerja, contohnya bung Surya ketua DPC KEP KSPI, bung Rama dan bung sido, bung gilang masih bekerja. hampir rata-rata masih bekerja dan pengurus serikat pekerja yang ada,” tutur dia.
"Pesan saya ayo kita bareng-bareng kelas pekerja, kelas buruh. Negara ini APBN terbesar dari pajak, pajak terbesar dari kelas pekerja, kelas buruh, karena seluruh Indonesia hampir 100 juta orang, di saat pajak mengalir ke negara itulah kontribusi devisa negara itu dari buruh, masa buruh termajinalkan. Di negara lain buruh kelas nomor satu pekerja tapi kenapa di Indonesia kelas nomor enam, kelas terbawah, maka dari itu saya mengajak kawan-kawan buruh untuk bangkit,” tegas dia.***
Artikel Terkait
Depok Dihantui Badai PHK Massal, Buruh Tuntut Kenaikan UMK 13 Persen
Buruh Kawal Penentuan UMP DKI 2023, Ajukan Kenaikan 13 Persen
Buruh Ancam Gelar Aksi Akbar dan Gugat UU Cipta Kerja
Buruh Depok Ikut Ontrog Istana, Bawa Sembilan Tuntutan Soal Perppu Cipta Kerja
Ketua Partai Buruh Depok Wido Pratikno : Cuti Bersama Diskriminasi Buruh Swasta, Ini Alasannya