Kamis, 9 Februari 2023

Sekretaris Golkar Depok Bongkar Dana Saksi

- Senin, 17 September 2018 | 11:12 WIB
DEPOK–Satu per satu borok kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Depok terkuak. Teranyar, soal kronologis disunatnya dana saksi Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018. Sekretaris Pengurus Kecamatan (PK) Sukmajaya, Endang Supena membeberkan, malam sebelum hari pencoblosan pilgub, Sekretaris DPD Golkar Depok, Dindin Syafrudin mendatangi Sekretariat PK Sukmajaya dan menceritakan bahwa dirinya bersama Ketua AMPG Depok yang mengambil langsung dana saksi di Bandung pada siang hari. Sesampainya di Depok, tepatnya di Depok II Tengah, kata Endang menirukan ucapan Dindin, dana saksi yang merupakan pemberian cawagub Jabar yang tak lain Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, diambil oleh Bendahara DPD Golkar Depok, Tajudin Tabri. “Kemudian pengakuan Dindin dia nggak tahu lagi uang itu (setelah diambil Tajudin Tabri),” kata Endang kepada Radar Depok. Setelah itu, beber Endang, di malam harinya para Ketua PK diundang rapat oleh Ketua DPD Golkar Depok, Farabi A Rafiq dan pengurus. Pertengahan rapat di kantor DPD Golkar Depok, Farabi menskor rapat dikarenakan dalam mengambil keputusan dana saksi, Farabi bersama Ilyas, Tajudin, dan Poltak Hutagaol menggelar rapat kecil dalam memutuskan pemberian dana per TPS yakni sebesar Rp20 ribu. “Padahal Dindin menyampaikan uang dari Jawa Barat per TPS adalah Rp100 ribu,” ucap Endang. Dengan kata lain, sambung Endang, bila benar uang yang seharusnya diberikan per TPS Rp100 ribu tetapi hanya Rp20 ribu. Pengurus DPD Golkar Depok menyunat dana saksi Rp80 ribu dikalikan 3.300 TPS se-Kota Depok atau sebesar Rp270 juta. “Kemudian Ibu Helmia sebagai Sekretaris PK Cilodong menanyakan ke Poltak dan dijawab benar bahwa dana saksi per TPS Rp20 ribu. Ya kita (PK) sebagai penerima uang kemudian membuat surat pernyataan bahwa menerima Rp20 ribu. Surat pernyataan sudah kita kirim ke Ketua DPD Jawa Barat dan DPP,” beber Endang. Sementara itu ketika dikonfirmasi, Sekretaris DPD Golkar Depok, Dindin Syafrudin membantah dana saksi telah disunat. “Tidak ada uang saksi yang dipotong, mas,” jawab Dindin, singkat. Secara terpisah, Forum Mosi Tidak Percaya hari ini berencana akan mengontrog kantor DPD Golkar Depok di Jalan Boulevard Raya, Kecamatan Sukmajaya. Ketua Forum Mosi Tidak Percaya, Edmon Johan menegaskan, massa yang akan datang sebanyak 1.000 orang. Tuntutan massa, kata Edmon, mendesak pengurus DPD yang melakukan korupsi uang saksi untuk lengser. Massa juga akan meminta supaya harkat dan martabat Ketua PK dan Ketua Fraksi dikembalikan. “Ke tiga, kami mendesak Golkar Jawa Barat segera melaksanskan Musdalub Golkar Depok, karena pengurus yang sekarang tidak becus menjalankan Golkar Depok,” tegasnya. Setelah berorasi di kantor DPD, sambung Edmon, massa akan bergerak ke kantor DPRD di kawasan Kota Kembang. Mereka menuntut supaya DPRD taat dengan aturan, yakni tidak mengganti Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam hal ini Ketua Fraksi seperti yang ditegaskan surat dari DPD Golkar Jabar. “Poin-poin ini yang akan kami suarakan,” kata Edmon. (ram/rub)

Editor: redaksi01

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB
X