Minggu, 5 Februari 2023

30 Karyawan Giant Margo CityTunggu Hasil Tes Swab

- Selasa, 18 Agustus 2020 | 09:27 WIB
DIPERKETAT : Kondisi Giant Margo City Mal yang ditutup sementara, karena ada karyawannya dinyatakan positif Covid-19. Penutupan mulai 15 hingga 25 Agustus 2020. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pascaadanya seorang karyawan Giant Margo City Mal terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 75 pegawai Giant akhirnya melakukan tes. Di antaranya 30 orang tes swab, dan 45 orang dirapid tes. Marcomm Manager Margo City Mal, Reza Ardiananda menuturkan, terkait hasil tes swab hingga saat ini belum diberikan oleh Gugus Tugas Kota Depok bersama Dinas Kesehatan Kota Depok. Namun lanjut Reza, hasil dari 45 orang yang menjalani Rapid Tes 15 di antaranya merujuk hasil reaktif. Sehingga akan dilakukan tes lanjutan bagi yang reaktif. “Langkah kami menjaga kebersihan dan dekontaminasi seluruh area toko, kantor, terutama gudang Giant. Pengecekan kesehatan dan isolasi mandiri bagi karyawan Giant,” ungkap Reza kepada Radar Depok. Ia mengatakan, hal itu dilakukan merupakan langkah preventif guna menjaga keamanan dan keselamatan seluruh area Margo City Mal, sesuai panduan serta arahan Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok. Selain itu, pengelola mal juga meningkatkan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mulai di kantor dan seluruh toko, dengan melakukan pembersihan hingga penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah mal beroperasi. DIPERKETAT : Kondisi Giant Margo City Mal yang ditutup sementara, karena ada karyawannya dinyatakan positif Covid-19. Penutupan mulai 15 hingga 25 Agustus 2020. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK   Meski begitu, Reza meminta pengunjung agar tidak khawatir datang ke mal. Karena standar protokol kesehatan telah ditingkatkan, mulai dari pengecekan tubuh dan meletakkan hand sanitizer. "Kami telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas. Selama sepuluh hari ke depan sampai 25 Agustus, Giant telah ditutup," tegas Reza. Masyarakat juga diungkapkan Reza tidak perlu khawatir, saat management Margo mengetahui ada satu pegawai giant yang terkonfirmasi virus, seluruh makanan yang tidak memakai kemasan, seperti sayur, buah, daging, dan lainnya, segera dipindahkan. "Saya pastikan, pegawai tersebut tidak sampai masuk ke dalam area mal karena sudah terdeteksi dengan petugas di pintu masuk, jadi langsung dipulangkan," ungkapnya. Dengan inisiatif tinggi, pegawai giant yang dimaksud segera lakukan tes swab, dan hasilnya positif. Mengetahui hasilnya pegawai tersebut segera melakukan isolasi di Rumah Sakit rujukan Covid-19. "Begitu juga pegawai lainnya, semua kami minta untuk lakukan isolasi mandiri," tandasnya. Terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris meminta masyarakat Kota Depok untuk menerapkan Personal Lockdown. Idris menyebutkan, cara personal lockdown di antaranya memproteksi diri dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan memakai sabun maupun hand sanitizer, serta hindari keramaian. “Jadikan itu kebutuhan dan kebiasaan baru bagi personal di masa pandemi Covid-19,” ungkap Idris, Senin (17/08). DIPERKETAT : Kondisi Giant Margo City Mal yang ditutup sementara, karena ada pegawainya dinyatakan positif Covid-19. Penutupan mulai 15 hingga 25 Agustus 2020. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK   Ia melanjutkan, sebesar 60 persen kasus peningkatan Covid-19 yang terjadi di Jabodetabek disebabkan oleh pergerakan orang. Maka selain program pencegahan penanganan yang dijalankan Pemkot Depok, dalam situasi ini dibutuhkan peran serta dari masyarakat. “Dalam memperintai hari kemerdekaan, mari kita merdeka dari pandemi dengan gerakan 3M. Yaitu Masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan,” tuturnya. Berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 pada Senin (17/08) disebutkan bahwa jumlah pasien sembuh 1.150 orang atau 68,86 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada. "Alhamdulillah hari ini persentase pasien sembuh mencapai 68,86 persen," ucapnya. Sedangkan, untuk kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak 46 sehingga totalnya menjadi 1.670 orang. Sedangkan kasus konfirmasi aktif 463 orang atau 27,72 persen. Kemudian, untuk suspek aktif atau probable yang selesai dipantau tersisa 464 orang. Kemudian, kasus kontak erat aktif tinggal 616 orang. "Selanjutnya, pasien yang meninggal tidak bertambah tetap 57 orang atau 3,41 persen," pungkasnya. (arn/net)   Jurnalis : Arnet Kelmanutu Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB

Dicurangi Wasit, Depok City Juara II Soeratin Jabar 

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:05 WIB

176 Faskes Se-Depok Dilarang Minta Duit

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:15 WIB
X