Minggu, 5 Februari 2023

Seminggu Tujuh Meninggal, Salah Satunya Kepsek di Cipayung

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:58 WIB
RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ini sudah tidak bisa dianggap sepele. Virus Korona (Covid-19) mulai menggila di Kota Depok. Bayangkan, dalam waktu sepekan tujuh nyawa melayang akibat virus yang menyerang pernapasan tersebut. Dari tujuh jiwa yang meninggal, satu diantaranya merupakan Kepala SDN di wilayah Kecamatan Cipayung, Kamis (20/8) lalu. Berdasarkan data https://ccc-19.depok.go.id/, Jumat (21/8) sudah 62 warga Depok meninggal. Padahal, di Jumat (14/8) sebelumnya ada 55 jiwa yang meninggal. Kepada Radar Depok, Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SD Disdik Depok, Awang Abdurahman mengaku, kehilangan Kepsek LH yang bertugas di SDN wilayah Cipayung. Almarhummah LH bisa terpapar, diawali dengan tetangganya ada yang terindikasi Covid-19, dan masih aktif di pengajian. “Nah bu LH ada di pengajian tersebut,” jelas Awang, Jumat (21/08). Kemudian, sambung Awang, almarhumah ke sekolah terakhir pada Senin, 27 Juli 2020. Karena tidak enak badan, sejak Selasa 28 Juli 2020, Lia tidak masuk sekolah. Rabu, 5 Agustus 2020, almarhumah dirawat di Rumah Sakit Hermina. Tak kunjung membaik, akhirnya Kamis 6 Agustus di rujuk ke RS Pelni, Jakarta. “Jumat 7 Agustus 2020 malam, kami dapat kabar dari suaminya, Bu LH positif Covid-19. Kamis 20 Agustus pukul 13:00 bu LH dinyatakan meninggal,” bebernya. RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   Adanya berita LH positif Covid-19, lanjut Awang, akhirnya atas arahan Kepala Dinas Pendidik (Disdik) Depok, Mohammad Thamrin, suluruh guru tempat tugas almarhumah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah. “PJJ paling tidak sepekan, dan guru sudah di koordinasikan dengan puskesmas setempat untuk dilakukan rapid test,” ungkapnya. Setelah berkoordinasi, kata Awang, Senin (18/08)-nya seluruh guru di rapid test. Hasilnya, tidak ada satu pun guru yang  reaktif di tempat almarhumah bertugas. “Alhamdulillah hasil rapid test guru seluruhnya negatif,” tegasnya. Adanya temuan baru di klaster ASN tersebut, terjadi juga belum lama menimpa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok. Satu ASN DPUPR dinyatakan positif. Sejauh ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok belum menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Radar Depok, terkait ASN yang terkonfirmasi positif dan meninggal. Sementara, pemberlakukan ASN Work From Home (WFH) masih diberlakukan dilingkungan Pemerintah Kota Depok. Hal itu dilakukan, guna menghindari ASN dan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Depok. RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, Pemerintah Kota Depok masih memberlakukan ASN melakukan pekerjaan dari rumah, atau WFH. Hal itu sudah tertuang pada SE Walikota No800/6248/BKPSDM. "Surat tersebut tentang Sistem Kerja ASN Dalam Tatanan Normal Baru," ujar Mary Liziawati kepada Radar Depok, Jumat (21/08). Mary menjelaskan, pengaturan ASN yang melakukan WFH sudah diberikan kepada OPD, untuk pengaturan secara teknis. Kebijakan tersebut diambil guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Depok, serta tidak mengganggu sistem kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kepala OPD dapat mengatur sistem kerja yang akuntabel dan selektif bagi pejabat, yang dapat melaksanakan tugas kedinasan di kantor maupun di rumah. Menentukan ASN yang melakukan WFH, dapat mempertimbangkan jenis pekerjaan pegawai, hasil penilaian pekerjaan pegawai, kompetensi pegawai dalam mengoperasikan sistem dan teknologi informasi, laporan disiplin pegawai, dan sejumlah penilaian lainnya. Kepala OPD, lanjut Mary, menyesuaikan sistem kerja dalam tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19, dilakukan tidak menganggu kelancaran penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan publik. Pegawai yang melakukan Work From Office (WFO), dipastikan pada kondisi sehat. "Jadi pemberlakukan WFH dan WFO masih di berlakukan untuk ASN," terangnya. RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   Mary menuturkan, pegawai yang melakukan WFO dapat disiplin menjelakan protokol kesehatan. Diantaranya, menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak. Untuk jam kerja ASN yang melakukan WFO, mulai Senin hingga Kamis pukul 07:30 hingga 16:00 WIB, untuk Jumat pukul 07:30 hingga 16:30 WIB. "Kami harap ASN dapat mematuhi protokol kesehatan guna terhindar dari Covid-19," tutup Mary Liziawati.(rd/dic/hmi)   Jurnalis : Dicky Agung Prihanto, Fahmi Akbar Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB

Dicurangi Wasit, Depok City Juara II Soeratin Jabar 

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:05 WIB

176 Faskes Se-Depok Dilarang Minta Duit

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:15 WIB
X