Selasa, 7 Februari 2023

Motif J Bunuh Kakak Masih Misterius  

- Selasa, 24 November 2020 | 09:14 WIB
REKONTRUKSI : Tersangka J saat melakukan Rekontruksi di Polres Metro Depok pada Senin (23/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Malam minggu 14 November 2020 begitu hening di kontrakan RT1/3 Gang Kopral Dalam, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan Depok. Sekira pukul 23:00 WIB, Dendi yang merupakan kakak kandung tersangka J sedang tertidur pulas. Dendi begitu pulas tertidur, setelah bercekcok mulut dengan J. Percekcokan disulut diakibatkan J meminta izin menikah kepada Dendi. Merasa tak terima permintaanya. J langsung berfikir jahat. Seketika J mengambil tabung gas 3Kg yang berada tak jauh darinya. Penuh emosi, membawa tabung gas hijau menuju Dendi, dan dengan sekejap diarahkan Dendi. Tabung gas menjadi alat satu-satunya yang ampuh menghabisi nyawa sang kakak. Pertama, J memukul kepala bagian kiri Dendi kencang sejadinya. Kebetulan saat itu Dendi tidur menghadap samping dialasi karpet tipis, dengan sebuah bantal kepala. Saat J memukul kepala Dendi, Dendi langsung berbalik badan. J refleks mengambil bantal yang sebelumnya digunakan Dendi. Bantal tersebut digunakannya untuk menutupi bagian muka Dendi. Menit demi menit berlalu J juga belum puas mengakhiri hidup kakak kandungnya. J pun menduduki muka Dendi yang dialasi bantal. Posisi Dendi saat itu sudah kejang. Namun, tak henti J tetap melakukan serangan kepada Dendi. J menyilangkan tangan Dendi bermaksud mengunci, kemudian menggetok alat kelamin Dendi sebanyak tiga kali dengan tangan kosong. Nafas akhir Dendi pun terhembus. Lantas, J langsung membungkus mayat Dendi dengan alas tidurnya. Jam sudah berganti, pada dini hari J keluar rumah. Tanpa diliputi perasan bersalah sedikit pun, J pergi ke daerah Leuwiliang, Bogor menggunakan motor menemui seorang temannya bernama Khoer. Saat itu, J menceritakan kejadian pembunuhan terebut kepada Khoer. Di Bogor, J menginap selama satu malam. Dan hari berikutnya, pada 16 November 2020, J datang kembali ke kontrakan. J tidak datang seorang diri, dia datang bersama dengan Khoer. Setelah masuk ke dalam rumah kontrakan, J dan Khoer langsung membuka dua buah ubin yang ada di dalam kontrakan. Dua buah ubin berukur 30x30 tersebut dicongkel mengenakan alat seadanya yang memang sudah mereka rencanakan. REKONTRUKSI : Tersangka J saat melakukan Rekontruksi di Polres Metro Depok pada Senin (23/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK   Tak perlu waktu lama, setelah dua ubin dirasa sudah tercopot sempurna. Mereka mencangkul tanah yang ada di bawah ubin dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Yang digunakan untuk mengubur mayat Dendi. Setalah dirasa cukup untuk mengubur, mereka menekukkan tubuh mayat Dendi, agar bisa masuk ke dalam ukuran dua ubin tersebut. Setelah selesai mengubur mayat Dendi, tumpukan puing bekas dibuang di spiteng kontrakan. Namun, dua ubin yang dicongkel tersebut tak segera J ganti dengan ubin yang baru. J dan Khoer kembali meninggalkan kontrakan, dengan keadaan ubin masih bolong dua kotak. Mereka kembali pergi dan menginap di daerah Bogor dalam satu malam. Hari berikutnya, mereka berdua datang ke kontrakan lagi. Niat jahatnya, membawa dua ubin yang sudah dipersiapkan membeli di loakan di Bogor untuk mengisi kekosongan ubin sebelumnya. Dengan cepat mereka menata kembali ubin yang bolong. Dengan telaten keduanya menyempurnakan ubin kontrakan seperti semula. Nyatanya, fakta tak bisa disembunyikan. Bau pembunuhan akhirnya tercium pemilik kontrakan. Rangakaian pembunuhan Dendi yang dilakukan J dilakukan secara langsung saat proses pra rekontruksi, di Polres Metro (Polrestro) Depok, Senin (23/11). Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, alasan kepolisian melakukan rekontruksi adalah karena penyidik perlu mengeksplore keterangan dari tersangka. “Kami menggelar ini melengkapi proses penyidikan,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (23/11). Ada hal yang harus penyidik gali lebih dalam terkait kasus pembunuhan tersebut. Diantarannya motif kejahatan pelaku. Penyidik masih belum percaya motif pelaku yang membunuh kakaknya, hanya karena terhalang menikah. “Motif ini terlalu ringan untuk kasus pembunuhan seperti ini. Jadi kami masih mencurigai pelaku,” tambahnya. Polisi juga menyebutkan motif bagaimana dia membunuh rekannya sebelum membunuh kakaknya. Apalagi, saat itu pelaku bersama dengan tiga temannya merasa dipaksa melakukan hubungan sesama jenis. “Padahal kalau secara logika mereka barengan melawan satu, para tersangka lebih superior dibanding korban,”  jelasnya. REKONTRUKSI : Tersangka J saat melakukan Rekontruksi di Polres Metro Depok pada Senin (23/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK   Namun sejauh ini, tersangka masih konsisten, akan motifnya membunuh korban. Maka pra rekontruksi tersebut dilakukan, agar tahu keterangan J benar atau ada kejanggalan lain. “Ada 20 adegan pra rekontruksi yang dilakukan,” paparnya. Azis mengatakan, selanjutnya akan ada tes kejiwaan yang mulai mengarah kesana, namun masih melihat kestabilan J dalam member keterangan. Kemudian psikologi juga sedang diupayakan untuk membantu kepolisian dalam mengumpulkan bukti. “Sejauh ini belum ada fakta baru, masih konsisten dengan keterangannya,” tutup Azis. (rd/cr3)   Jurnalis : Putri Disa Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB
X