Kamis, 9 Februari 2023

Ternyata Korban Kecelakaan Lalin Tidak Berhak Menyita SIM/STNK Penabrak

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 10:27 WIB
RADARDEPOK.COM - Dalam insiden kecelakaan SIM dan STNK kerap disita, terutama untuk mereka yang dianggap bersalah. Misalnya saja ada kendaraan berserempetan dengan kendaraan lain, kemudian karena dianggap bersalah, korban lalu meminta ganti rugi atau malah langsung minta SIM dan STNK untuk disita sementara. Dalihnya SIM dan STNK disita, sebagai jaminan untuk langkah kekeluargaan yang dituntut oleh yang merasa jadi korban kecelakaan. Ternyata hal tersebut tidak dibenarkan hukum, namun penyitaan sementara SIM dan STNK Penabrak hanya menjadi tradisi yang dilakukan para korban tabrakan. Menanggapi hal itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik mengatakan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan. "Jelas bahwa kewenangan untuk menyita SIM dan STNK merupakan ranah penyidik Kepolisian, bukan Anda (korban)," kata Kompol Lilik. Sementara lanjut Lilik, kewenangan untuk menyita KTP memang tidak diatur dalam UU LLAJ, namun ia menyarankan agar tidak menyita KTP milik penabrak, karena tidak ada relevansinya. "Sebagai gantinya, penabrak dapat menanyakan kontak yang dapat dihubungi sebagai itikad baik dari penabrak guna penyelesaian perkara melalui proses pidana di pengadilan atau pemberian ganti rugi di luar pengadilan melalui kesepakatan damai," ucapnya. Selain itu, Kompol Lilik menyarankan untuk melapor ke kepolisian agar bisa diselesaikan secara musyawarah antar kedua belah pihak. Adapun kecelakaan lalu lintas digolongkan menjadi 3 (tiga) berdasarkan Pasal 229 ayat (1) UU LLAJ yaitu kecelakaan lalu lintas ringan, kecelakaan lalu lintas sedang, dan kecelakaan lalu lintas berat. Adapun menyambung definisi Kecelakaan lalu lintas ringan dapat ditemukan dalam Pasal 229 ayat (2) UU LLAJ: Kecelakaan Lalu Lintas ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang. Terhadap perkara kecelakaan lalu lintas diproses dengan acara peradilan pidana. Lebih lanjut, pihak yang menyebabkan terjadinya kecelakaan atau dalam hal ini disebut 'penabrak' wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan. (rd/net)   Editor : Pebri Mulya   https://www.youtube.com/watch?v=d6s3cCGDjF8

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB
X