Kamis, 9 Februari 2023

Penangkapan Pelaku Rudapaksa Belasan Murid di Depok Tunggu Hasil Visum 

- Senin, 4 Juli 2022 | 07:58 WIB
PENDAMPINGAN : Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Robert Parlindungan Sitinjak, bersama stakeholder mendatangi lokasi lembaga pendidikan agama yang menjadi tempat rudapaksa belasan murid, di Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok, Jumat (1/7). ANDIKA/RADAR DEPOK
PENDAMPINGAN : Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Robert Parlindungan Sitinjak, bersama stakeholder mendatangi lokasi lembaga pendidikan agama yang menjadi tempat rudapaksa belasan murid, di Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok, Jumat (1/7). ANDIKA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COMPolda Metro Jaya belum menangkap terduga pelaku rudapaksa di lembaga pendidikan agama Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok, hingga Minggu (3/7). Ini lantaran, Polda masih menunggu hasil visum korban dan tengah menyelidiki kasus yang dilakukan tiga pendidik agama di lembaga pendidikan agama tersebut.

Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum korban. “Dugaan tindak pidana pencabulan anak ini, Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan Polisi yang berbeda-beda dengan terlapor yang sama,” katanya.

Baca Juga : Supian Suri : DeFF Bangkitkan Ekonomi Kreatif di Depok

Menurutnya, saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan pemeriksaan visum terhadap korban. Karena korban ini anak di bawah umur dan visum dilakukan oleh orang tuanya. Polda Metro Jaya telah berkordinasi dengan Unit PPA Depok karena kasus tersebut terkait dengan anak-anak di bawah umur. “Kemudian juga kita berkordinasi juga dengan Sentra Handayani (Kementerian Sosial) di Depok untuk membuat laporan sosial korban anak-anak,” ujarnya.

Zulpan menegaskan, pihaknya akan melakukan penegakan hukum bagi para pelaku, apabila pemeriksaan sudah memenuhi unsur pidana. Karena itu, ia pun mengimbau kepada korban lain yang belum melapor untuk segera melapor. “Secepatnya apa bila sudah memenuhi unsur pidana akan dilakukan penegakan hukum kepada pelaku. Untuk korban yang lain silahkan melaporkan, tentunya Polda Metro Jaya akan menjaga kode etik, identitas anak-anak akan dilindungi dengan baik,” tegasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Jumat (1/7), KPPPA memastikan belasan murid yang menjadi korban rudapaksa pendidik agama di lembaga pendidikan agama, Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok itu dapat pendampingan hukum dan psikologis.

"Kementerian PPPA terus mengawal seluruh kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak yang masih terus terjadi. Kami ingin memastikan penegakan hukum seluruh kasus berjalan baik dan ada pendampingan psikologis terhadap korban anak," kata Asisten Deputi Pelayanan Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Robert Parlindungan Sitinjak kepada Harian Radar Depok, Jumat (1/7).

Pihaknya melakukan kunjungan menjangkau korban untuk memastikan kondisi korban.  Harus dapat layanan pemenuhan hak korban, seperti layanan psikologis, pemenuhan hak pendidikannya, kondisi orang tua dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Korban diketahui mendapat rudapaksa yang melibatkan tiga orang pengajar dan satu kakak kelas saat menempuh pendidikan di lembaga pendidikan agama, di Kelurahan Beji Timur,  Kecamatan Beji, Kota Depok.

Robert menambahkan, Tim SAPA 129 Kementrian PPPA akan terus berkoordinasi dengan UPTD PPA dan DP2KBP3A Kota Depok. Guna memastikan pendampingan terhadap korban berjalan baik secara hukum dan pendampingan psikologis untuk pemulihan psikis dan mental korban.

https://www.youtube.com/watch?v=jMtMaUd95Oc

Terpisah, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Imam Musanto sangat menyayangkan kejadian ini karena Kota Depok sebagai layak anak, kemudian juga sebagai kota religius dan kota yang mencerminkan agamis. “Ini sangat menodai dan sangat menciderai dunia pendidikan dan norma-norma keagamaan,” ujar Imam Musanto.

Imam Musanto menerangkan, guru adalah cerminan orang yang digugu dan orang yang di tiru. Guru juga orang tua kedua setelah orang tua kandung. Seharusnya guru melindungi dan mengayomi serta mendidik dan mentransfer ilmu.

Imam Musanto mewakili komisi D sangat menyayangkan kasus ini, dan sekali lagi dia meminta kepada aparat kepolisian memberikan hukuman dan efek jera, kepada pelakunya. Karena menciderai masa depan dari anak itu sendiri.

“Secara psikologis mereka sangat terganggu dengan statusnya yang ada saat ini. Terlebih kalau nantinya sampai hamil kemudian melahirkan yang seharusnya mereka adalah harapan keluraga yang menjadi tumpuan di masyarakat dan mereka harus menanggung seumur hidup mereka”, katanya.

Kejadian ini sebagai peringatan bagi dunia pendidikan di Kota Depok yang sudah menciderai,  memalukan dan  mencoreng warga Kota Depok. “Di Depok itu kejadian sekecil apapun akan terlihat kemana-kemana”, tutupnya.(cr1/rd)

Jurnalis : Andika Eka 

Editor : Fahmi Akbar 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB
X