Kamis, 9 Februari 2023

Mobil 1.500 CC Masih Doyan Pertalite di Depok, YLKI : Desak Perpres Pembatasan BBM Segera Disahkan 

- Senin, 10 Oktober 2022 | 08:20 WIB
SALAH SASARAN : Salah satu mobil  sedang mengisi bensin BBM Bersubsidi Pertalite di salah satu SPBU di Kota Depok. ARNET/RADARDEPOK
SALAH SASARAN : Salah satu mobil  sedang mengisi bensin BBM Bersubsidi Pertalite di salah satu SPBU di Kota Depok. ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Sepertinya pemerintah kudu sesegra mungkin menekan Peraturan Presiden (Perpres) yang tertuang dengan Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM, yang telah digaungkan. Di Kota Depok misalnya, sejumlah mobil berkelas premium atau di atas 1.400 CC masih menenggak pertalite.

Salah satu yang merasakan dampak dari ketidakpastian Perpres tersebut adalah SPBU di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Pengelola SPBU, Hendru saat disambangi Radar Depok diruang kerjanya menyampaikan, tidak mengetahui sama sekali terkait aturan tersebut.

“Jujur saja saya tidak tahu. Saya juga belum ada arahan atau perintah dari bos saya soal BBM bersubsidi hanya bisa di beli mobil di bawah 1.500 CC,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (9/10).

https://www.youtube.com/watch?v=kc6rDSvKvTs&t=6s

Menurutnya, setiap hari ada puluhan mobil yang di atas 1.500 CC yang mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan 90 ini. Dan semuanya tetap dilayani secara baik, mengingat para pembeli atau pengisi BBM adalah konsumen yang wajib mendapat pelayanan maksimal. “Petugas layanin aja seperti biasa, paling kami catat di MyPertamina sesuai dengan arahan dari Pemerintah, itu yang saya ketahui,” papar Hendru.

Tak hanya itu, Pengelola salah satu SPBU Cilangkap di Jalan Raya Bogor yang menjadi perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Zulfikar menyatakan, sudah mengetahui adanya peraturan tersebut, namun tetap melakukan pengisian.

Lantaran, pengawasan dari pemerintah tidak ketat sama sekali, mulai dari secara digital maupun manual. Bahkan tidak ada sanksi serius bagi SPBU yang melanggar peraturan itu. “Sudah tau, tapi kata atasan saya tidak apa-apa layani seperti biasa saja. Soalnya tidak ada pengawasan, apalagi sanksi,” ungkapnya.

Setiap harinya, kata Zulfikar ada 30 sampai 50 mobil yang mengisi, baik dengan plat B maupun plat F. Mengingat SPBU tersebut terletak strategis antara Kota Depok dan Bogor. Mobil-mobil yang berkapasitas di atas 1.500 CC dalam sekali pengisian BBM Bersubsidi bisa mencapai Rp200 sampai Rp 500 ribu, tergantung kebutuhan dan kapasitas tangki dari mobil tersebut.

“Biasanya mereka langsung isi full. Beda sama mobil yang di bawah 1.500 CC, itu biasanya gocar, grab, atau angkot biasanya isi Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, kalau di kita bedainnya city car (mobil perkotaan),” jelasnya.

Tak jauh berbeda dengan dua SPBU di atas, SPBU di Jalan Kartini Raya mengakui adanya mobil di atas 1.500 CC yang masih bandel menggunakan pertalite. Pernyataan ini disampaikan Supervisor SPBU Kartini, Radit saat diwawancara Harian Radar Depok, Minggu (9/10). “Iya mas betul, masih terjadi sampai saat ini,” katanya.

https://www.youtube.com/watch?v=43xSSbIwH2M&t=60s

Namun, dirinya tidak tahu pasti ada berapa liter BBM bersubsidi tersebut mengucur untuk memenuhi tangki mobil mewah tersebut setiap harinya. Tapi yang dapat dikatakan, dari seluruh SPBU yang dikonfirmasi berharap adanya kepastian kebijakan dari Pemerintah Pusat maupun daerah terkait aturan pembatasan kriteria penggunaan BBM Bersusidi.

Hal ini agar seluruh SPBU bersama masyarakat tidak menjadi korban dengan menerima sanksi yang belum jelas regulasi aturan tersebut, mengingat BBM menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat dalam melakukan mobilasi serta aktifitas setiap hari.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, pemerintah harus segera mengamandemen perpres No69 tahun 2021 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBMtersebut. “Agar jelas perintah dan peruntukkannya. Pemerintah memang aneh dan terkesan ambigu, ribut soal salah sasaran BBM bersubsidi, tapi regulasinya dibiarkan saja,” singkatnya. (ama/arn)

Jurnalis : Aldy Rama, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar 

 

 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB
X