Selasa, 31 Januari 2023

Haru, Hari Guru di SDN Pocin 1 Depok Tanpa Guru Sampai Bacakan Puisi 

- Sabtu, 26 November 2022 | 08:15 WIB
HARI GURU : Seorang siswa SDN Pondok Cina 1 membacakan puisi selepas upacara peringati hari guru nasional tanpa kehadiran guru di Jalan Stasiun Pondok Cina, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (25/11). ASHLEY/RADAR DEPOK
HARI GURU : Seorang siswa SDN Pondok Cina 1 membacakan puisi selepas upacara peringati hari guru nasional tanpa kehadiran guru di Jalan Stasiun Pondok Cina, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (25/11). ASHLEY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM –  Guruku, Kepadamu Lihatlah Kami, Dengarkan Hati Kami. Guruku, Kaulah Seorang yang Mulia, yang Tak Mengenal Tanda Jasa. Ya Allah, Sampaikan Rindu kepada Guru Kami. Begitu, bunyi puisi tentang kerinduan sosok guru, yang dibacakan salah satu siswa SDN Pondok Cina (Pocin) 1 Kota Depok, Jumat (25/11).

Fenomena miris nyatanya masih menimpa siswa-siswi SDN Pondok Cina (Pocin) 1. Para siswa terpaksa menggelar upacara memperingati hari guru nasional tanpa kehadiran guru.

Pantauan Harian Radar Depok di lokasi, relawan yang menggantikan guru sebagai pembina upacara. Selain itu, kesedihan juga tercurahkan lewat banner bertuliskan ‘Selamat Hari Guru Tanpa Guru’. Serta bendera merah putih yang dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk kesedihan siswa.

https://www.youtube.com/watch?v=11PslnlWtLk

Salah seorang siswa kelas 6A SDN Pondok Cina 1, Raisa Putri Adelia mengatakan, perayaan hari guru tahun ini terasa sepi dan berbeda. Sebab, tak ada sosok guru yang ikut meramaikan. Dia pun berharap, agar situasi seperti tak terjadi lagi.

“Rasanya beda banget lebih tidak teratur saat upacara. Biasanya kan kalau upacara ramai ada guru-guru, ada kegiatan nyanyi dan games. Jadi sedih banget sih. Mau gurunya masih disini, sekolahnya juga gak digusur. Balik kaya dulu lagi,”  kata Raisa kepada Harian Radar Depok, Jumat (25/11).

Terdapat tujuh relawan yang hadir baik dari Universitas Gunadarma (Gundar), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), PGRI, Universitas Indonesia dan guru honorer asal Jakarta Selatan. Sementara, ada 194 siswa yang hadir ke sekolah untuk melakukan upacara dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Koordinator wali siswa SDN Pocin 1, Ecy Tuasikal menyebut, para siswa tetap antusias memberikan penghargaan kepada para gurunya. Seperti membacakan puisi khusus untuk guru. Dengan harapan, penantian untuk guru-guru kembali datang ke sekolah segera terwujud.

“Hari paling sakral bagi guru terutama pendidikan jadi sadis. Karena guru sebagai pahlawan pendidikan tidak hadir di sekolah kami, sudah tiga minggu. Seharusnya secara psikologinya anak-anak dan ornagtua sudah lelah. Tapi, faktanya semangat mereka tidak pudar,” tutur Ecy.

https://www.youtube.com/watch?v=-hleTkkAmto&t=154s

Lebih lanjut, Ecy menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tak ada itikad baik untuk berkordinasi dan menjalin dialog bersama para orangtua. Terkait keinginan untuk memiliki gedung bangunan baru. Dia merasa, Pemkot Depok masih bersih kukuh ingin memecah SDN Pocin 1 ke SDN Pondok Cina 3 dan Pondok Cina 5.

Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik, Aris Munandar mengatakan, relokasi sekolah menjadi hal yang tidak bisa dihindar. Melihat pertimbangan keamanan dan kenyamanan. Persoalan relokasi mesti memperhatikan kebutuhan anak murid. Harus diakomodasi. Diberi ruang yang kondusif,” ungkapnya selepas menjadi pembicara diskusi publik bertajuk ‘Polemik SDN Pondok Cina 1 : Dinamika dan Solusi’, di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Jumat (25/11).

Lanjut, kata dia, atas gejolak yang muncul, dia mendesak Dinas Pendidikan Kota Depok membuka komunikasi dengan orang tua siswa. Karena ia melihat masalah ini sifatnya sensitif dengan kepentingan kelompok atau politik.

“Sebagai sebuah kebijakan publik (bangun masjid) bagaimanapun adalah keputusan politik. Pastinya ada resistensi. Tidak selalu sejalan. Komunikasi yang baik, untuk Dinas Pendidikan memberi jaminan pendidikan tetap berjalan,” tegasnya.

Ketua Pandawa Lima (gabungan lima ormas), Ajazih Azis mendukung sekali adanya masjid agung di Kota Depok. Bahkan, ide ini sudah ada sejak empat tahun lalu, sejak pandawa lima ada. “Inilah saatnya sekarang. Makanya pandawa lima mendukung penuh,” beber dia.

Walau demikian, ia meminta agar para siswa juga tidak boleh sampai terlantar. Misalnya dalam proses legalitas sekolah. Seperti diketahui, nantinya jika proyek pembangunan masjid jadi, maka geudng SDN Pondok Cina 1 akan dirubuhkan.

“Bagaimana soal ijsahnya. Tetap pakai SDN Pondok Cina 1 atau tidak. Tolong diperhatikan. Intinya, pembangunan masjid lanjut, tapi anak-anak tidak boleh sampai terlantar,” ujar Ketua Forkabi Kota Depok ini.

Di tempat yang sama, Ketua LSM Kapok, Kasno menuturkan, beberapa OKP, Ormas, LSM, dan warga yang hadir dalam diskusi, menghendaki pembangunan masjid agung tetap berlangsung. Kemudian, merger atau relokasi SDN Pondok Cina 1 tetap berjalan.

“Namun disini kami meminta kepada pihak-pihak yang memang sengaja mempolitisasi atau menunggangi terkait dengan polemik SDN Pondok Cina 1. Tolong sadarlah bahwa kita berkeinginan membangun kota Depok yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi,” tandasnya. (mg10/rd)

Jurnalis : Ashley Angelina Kaesang

Editor : Fahmi Akbar 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Mimbar Jumat: Hati yang Tulus

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:03 WIB

Kecamatan Se-Depok Daftar Funday Radar Depok

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:20 WIB

Komisi 2 Nilai Ada Tiga BUMD dengan Kinerja Buruk

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:43 WIB

Goci Rela Jauh-jauh Meriahkan Funday Radar Depok

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:35 WIB
X