Selasa, 31 Januari 2023

Gempa Cianjur : 11 Jenazah Telah Diikhlaskan, Dua Meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:27 WIB
LULUH LANTAH: Kondisi Kampung Longkaweng, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang porak-poranda setelah diterpa gempa bumi pada Senin (21/11) lalu. FOTO: RIVALDI/RADAR BOGOR
LULUH LANTAH: Kondisi Kampung Longkaweng, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang porak-poranda setelah diterpa gempa bumi pada Senin (21/11) lalu. FOTO: RIVALDI/RADAR BOGOR

RADARDEPOK.COM - Hari ke-12 pencarian korban meninggal gempa bumi Cianjur pada hari ke-12 masih belum membuahkan hasil. Hal itu diakibatkan kondisi cuaca hujan dan terjadi gempa susulan menjadi kendala tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian.

Tetapi tercatat korban meninggal justru bertambah menjadi 331. Hal itu tercatat setelah dua orang meninggal dunia di RSHS Bandung.

Ketua Satgas Penanganan Gempa Bumi, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, tercatat dua orang korban gempa yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSHS Bandung dilaporkan meninggal dunia.

"Terjadi penambahan korban meninggal dunia, dua orang yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSHS Bandung, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 331 orang," katanya di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (02/12).

Dengan hasil nihil itu, maka total masih tercatat 11 orang yang masih belum ditemukan. "Untuk korban hilang masih tetap sebanyak 11 orang. Curah hujan yang tinggi dan terjadinya gempa susulan menjadi kendala tim SAR gabungan dalam melakukan proses pencarian," ujarnya.

Proses pencarian atau tanggap darurat lanjut Herman, resmi diperpanjang satu hari lagi dan pihaknya pun telah berkomunikasi dengan para keluarga korban. "Kita telah berkomunikasi dengan para keluarga korban terkait dengan proses pencarian, dan sebagian besar dari mereka telah ikhlas dengan bencana ini," ungkapnya.

Sementara untuk korban luka berat, lanjut Herman, sebanyak 593 jiwa dan yang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Cianjur sebanyak 59 jiwa.

Jumlah pengungsi sebanyak 114.683 jiwa, yang terdiri dari pengungsi laki-laki sebanyak 54.873 jiwa dan pengungsi perempuan sebanyak 59.902 jiwa.

Sedangkan kerugian material sebanyak 24.107 rumah rusak, terdiri dari 5.631 rusak berat, 7.273 rusak sedang dan 11.203 rusak ringan.

Kemudian total sekolah rusak mencapai 520 bangunan, 90 tempat ibadah rusak, 14 fasilitas kesehatan dan 17 gedung  atau perkantoran.

Anak-anak pengungsian terpusat Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur, kembali mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Mereka kembali bersekolah setelah lebih dari sepekan terhenti karena sekolahnya roboh oleh gempa bumi magnitudo 5.6 di Cianjur, Jawa Barat. "Kendati masih dalam kondisi serba terbatas, namun antusias anak-anak untuk belajar sangat tinggi," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers, Jumat (2/12/2022).

Abdul mengungkapkan, sekolah dilakukan di sebuah tenda darurat yang didirikan di lapangan bola basket SMP Negeri 1 Cugenang. Tenda-tenda tersebut berisi guru-guru pendamping.

Anak-anak berebut mengambil kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari guru pendamping. Mereka bahkan turut ambil bagian untuk maju ke depan saat untuk bernyanyi dan memperagakan bagaimana cuci tangan yang benar. "Kehadiran tenda belajar itu menjadi pelita harapan bagi anak-anak. Kepercayaan diri mereka bangkit dan seakan menolak untuk larut dalam kesedihan," ucap Abdul. (byu)

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Mimbar Jumat: Hati yang Tulus

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:03 WIB

Kecamatan Se-Depok Daftar Funday Radar Depok

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:20 WIB

Komisi 2 Nilai Ada Tiga BUMD dengan Kinerja Buruk

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:43 WIB

Goci Rela Jauh-jauh Meriahkan Funday Radar Depok

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:35 WIB
X