Meski torehan prestasi Gladistya sangat besar, namun dirinya tak mempermasalahkan tidak mendapat penghargaan dari sekolah. Sebab apa yang dilakukan serta diraihnya dipersembahkan untuk keluarga dan hatinya.
Motivasi yang membuat Gladistya bangkit adalah saat dirinya harus puas meraih medali perunggu. Disaat itu, dijadikan sebagai cambuk yang berartin agar bisa kembali meraih emas dalam event berikutnya.
“Aku pernah sudah pede pas mendapat emas pertama kali dan aku coba lagi eh malah dapet perunggu, itu yang menjadi motivasi aku sehabis itu aku meraih emas dua kali beruntun,” tegas Gladistya yang saat itu mengenakan seragam pramuka.
Baca Juga: Ganjar dan Mahfud Kunjungi KWI, Paparkan Visi Misi di Hadapan Wali Gereja Indonesia
Tentunya apa yang diraih Gladistya tak terlepas dari sosok Sang Ibu, Adetya Chandra Yena. Perempuan yang melahirkan Gladistya sepenuh hati itu selalu memberi kepercayaan untuk belajar secara mandiri.
Gladistya seperti anak pada umumnya setelah pulang sekolah lalu berisitirahat dan memulai belajar dan mengerjakan tugas sekolah apabila ada.
Dia menyebut, sangat mempercayai Gladis untuk belajar sendiri karena memang Gladis memiliki bakat yang sangat potensial.
Baca Juga: Destinasi Wisata Alam Ini Punya Jembatan Terpanjang se-Asia Tenggara, Yuk Kepoin Tempatnya!
“Gladis biasa saya kasih kepercayaan untuk belajar sendiri dan dia selalu melakukan hal itu setiap harinya. Bakat anak itu sangat alami dan potensial di dunia akademik” ucap Adetya sambil tertawa. (***)