RADARDEPOK.COM - Berdiri sejak ratusan tahun di area Universitas Indonesia (UI), hutan kota di tengah kota metropolitan itu ternyata diisi berbagai jenis flora asli Indonesia. Bahkan, hutan ini dibagi menjadi tiga area sesuai dengan asal daerah dan jenisnya.
Laporan : Agnesya Wianda
Rimbun pohon di tengah hutan kota UI memanjakan setiap pengunjung yang datang. Daunnya melambai sesuai arah mata angin. Tentunya, setiap langkah kaki yang melintas di area tersebut akan merasa nuansa yang sejuk dan indah.
Belum lagi, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai flora asli Indonesia dari sejumlah daerah yang sengaja ditanam di hutan kota yang setidaknya sudah berusia 41 tahun atau hampir setengah abad.
Sejak awal diciptakan, hutan kota UI dibagi dalam tiga zona yakni Zona Wales Barat, Zona Wales Timur dan Zona Vegetasi Asli. Tentunya, setiap area itu memiliki karakter pohon yang berbeda.
Di Zona Wales Barat, berisikan tanaman atau tumbuhan dari wilayah Indonesia Barat. Sedangkan, Zona Wales Timur untuk kawasan yang tumbuhannya berasal dari wilayah Indonesia bagian Timur.
Kemudian, Zona Vegetasi Asli adalah kawasan yang tumbuhannya berasal dari Jakarta, Depok, dan sekitarnya. Selain tumbuhan, Hutan Kota UI juga menjadi persinggahan dan tempat tinggal beberapa jenis burung seperti walet, cucak kutilang, layang-layang, bentet, dan lain-lain.
Vegetasi pohon yang ada di hutan kota UI ini diantaranya adalah jati, meranti, kopi, karet, dan matoa. Dengan luas dan vegetasi flora yang beragam menjadikan hutan kota UI mempunyai beberapa fungsi, diantaranya sebagai kawasan resapan air Kota Depok dan sebagai wahana penelitian biodiversitas atau keanekaragaman hayati bagi mahasiswa.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan UI (UPT K3L) Prof. Sjahrul M. Nasri mengatakan, peran hutan di kampus UI bukan saja hanya menjaga kesegaran udara atau mengurangi polusi saja, tetapi sudah lebih dari itu dapat menjadi tempat pelepas penat pengunjung cukup dengan menikmati rimbun pohon yang ada.
Bahkan, UI mengembangkan fungsi hutan kota menjadi hutan wisata seperti Kebun Raya Bogor. Lebih dari itu, hutan kota UI menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa terutama mahasiswa UI dan juga anak sekolah dari SD, SMP maupun SMA/SMK agar lebih mengenal tentang flora dan fauna yang berasal dari tanah air sendiri.
“Inovasi yang dilakukan mencakup pengembangan menjadi Hutan Kota Wisata dan menjadi pusat pendidikan bagi mahasiswa UI maupun dari luar universitas. Dengan ini, Hutan Kota UI juga mengaktifkan peran sosial dan edukatifnya bagi masyarakat luas, mewujudkan harmoni antara konservasi alam dan pemanfaatan yang berkelanjutan,” jelas Prof. Sjahrul Meizar Nasri kepada Radar Depok, Senin (25/3).
Saat ini, huta kota UI masuk dalam area Kampus Universitas Indonesia dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Adapun, hutan tersebut tetap dipertahankan, namun ditata dan dijadikan hutan konservasi. Bahkan, keberadaan alam yang asri di kampus UI ini membuat mahasiswa ataupun warga sekitar merasa nyaman ketika berada di dalam kampus UI tersebut dengan udaranya yang sejuk.