RADARDEPOK.COM - Kota Depok kini telah menjelma menjadi kota metropolitan yang padat penduduk, sehingga permukiman di wilayah tersebut semakin padat. Namun, terdapat lahan seluas ratusan hektar yang kini berguna sebagai hutan kota. Letaknya berada di dalam kawasan Universitas Indonesia (UI).
Laporan : Agnesya Wianda
Memasuki kawasan Margonda Raya, setiap pengendara akan disapa gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi ke atas. Beberapa di antaranya merupakan apartmen atau hunian susun yang umunnya ditemui di kota metropolitan seperti Kota Depok.
Di balik megahnya gedung tinggi tersebut, terlihat sejumlah pepohonan yang terus bertumbuh mendampingi pembangunan infrastruktur yang semakin pesat. Daunnya melambai-lambai kepada setiap pengendara yang melintas di kawasan Margonda Raya.
Ternyata, rimbun pohon yang masih berdiri tegak itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tentunya, hal itu tidak terlepas dari kepedulian Universitas Indonesia terhadap isu lingkungan yang kini bisa saja menjadi ancaman.
Kepala UPT Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (K3L) UI, Prof. Sjahrul Meizar Nasri mengungkapkan, hutan kota UI telah diciptakan pada 1983 yang diinisiasi oleh Prof. Sambas Wirahadikusumah yang merupakan pengajar di UI.
Inisiasi tersebut tertuang melalui pengenalan konsep pembangunan hutan kota pertama dengan studi kasus Pembangunan dan Pengembangan Hutan Kota di DKI Jakarta pada pilot proyek Pembangunan Mahkota Hijau Hutan Kota Kampus UI yang bekerja sama dengan Departemen Kehutanan Republik Indonesia.
Kemudian, Juta Kota UI ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 3487 Tahun 1999 tentang Penetapan Hutan Kota Universitas Indonesia.
Bahkan, Hutan Kota UI yang terletak di kampus terunggul di Indonesia ini, terbagi dalam tiga area yakni area Wales Barat, area Wales Timur, dan area Vegetasi Alami.
Prof. Sjahrul Meizar Nasri menerangkan, Hutan Kota UI hanya berfungsi menghasilkan oksigen, tetapi juga sebagai penyeimbang ekosistem dan penyedia berbagai kebutuhan manusia, tumbuhan, dan hewan.
"Keberadaannya tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, terutama flora khas di dalamnya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pelestarian lingkungan dan sistem hidrologis regional," papar Prof. Sjahrul Meizar Nasri kepada Radar Depok, Senin (25/3).
Artikel Terkait
Mahasiswa UI dapat Hibah Dana Penyelesaian Krisis Air Bersih di Cipayung Depok
Anggaran Perangkat Daerah Depok Dijadwal Ulang, Ini Sebab dan Tujuannya
Keren, Walikota Depok Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2024
Makanan di Depok Aman Konsumsi, Ini Penjelasan Imam Budi Hartono Usai Kunjungan ke Pasar Depok Jaya
Jangan Ragu! Wakil Walikota Pastikan Takjil di Depok Aman Dikonsumsi
Pilkada Depok Dimulai April, Simak Tanggal dan Tahapannya
THR ASN Se Depok Rp62,2 Miliar, Segini Jumlah dan Besarannya