Cerita Makam Keramat Emak Blawah yang terletak di Taman Makam Mutiara Mampang, Kecamatan Pancoranmas, belum usai. Mungkin cerita ini akan menjadi pembahasan terakhir, yang akan dituangkan awak Radar Depok dalam episode terakhir ini.
Laporan : Aldy Rama
RADARDEPOK.COM, Seakan tak pernah bosan, awak Radar Depok kembali menyambangi kediaman Hamdani untuk ketiga kalinya, di Jalan Gang Atas, RT2/9, No2, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas.
Baca Juga: Nih Buat Sobat Depok Rekomendasi Tempat Ngopi di Kawasan Depok yang Enak Suasananya
Pembaca sebelumnya mungkin sudah tahu, bahwa ia merupakan salah seorang tokoh masyarakat yang digadang-gadang sebagai orang yang tahu betul cerita makam keramat Emak Blawah.
Kala itu, Hamdani ditemui di pelataran rumahnya yang sedang membaca beberapa buku tulisannya. Buku tersebut pernah ditunjukannya kepada awak Radar Depok, tentang bagaimana Hamdani menarik benang merah dari para leluhur di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Gang Cue Tergenang Banjir, Camat Bekasi Timur: Saluran Air Mampet Tersumbat Sampah
Diketahui dari episode sebelumnya, bahwa studi banding atau bagaimana ia menarik benang merah itu sudah ditekuni Hamdani puluhan tahun lamanya. Mencari jawaban atas hadirnya Emak Blawah di dunia.
Pintu rumahnya seakan tak pernah tertutup untuk orang lain yang ingin belajar maupun sekadar ingin tahu cerita Emak Blawah, dengan makam megahnya yang berukuran kurang lebih 6x5 meter tersebut.
Baca Juga: Berikut Ini Jenazah Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang Sudah Teridentifikasi
Hamdani tidak pernah berubah, ia selalu menjadi orang pertama yang menyapa ketika awak Radar Depok baru saja sampai di kediamannya. Tentu Hamdani tahu maksud dan tujuan awak Radar Depok yang hadir. Masih membahas tentang Makam Keramat Emak Blawah.
"Pasti ingin tahu cerita kelanjutan tentang makam Emak Blawah yang kemarin belum selesai ya?," kata dia seraya menikmati secangkir kopi hitamnya.
Baca Juga: Mengikuti Senam Sehat di RW13 Tanah Baru, Jaga Kebugaran, Menjalin Silaturahmi
Dengan senang hati, Hamdani mempersilahkan awak Radar Depok duduk di pelataran rumahnya. Tempat biasa makam keramat Emak Blawah dibahas bersama. Tak lama berselang, secangkir kopi hitam disediakan kembali, lengkap dengan camilan yang telah ditata rapi di piring.
Pada cerita sebelumnya, makam Emak Blawah kerap dijadikan sebagai media untuk meminta sesuatu, dan hal itu memang dibenarkan oleh putra asli Mampang, Kecamatan Pancoranmas tersebut.