RADARDEPOK.COM - Perkara tak bisa membiayai sekolah, dan penyakit komplikasi yang tak kunjung sembuh menjadi dugaan MD (61) mengakhiri hidup dengan gantung diri di kediamannya, Jalan Raya Muchtar, Gang Raisin RT1/1 Kelurahan Sawamgan Baru, Kecamatan Sawangan, Kamis (7/9).
Pelaksana Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi menerangkan, berdasarkan informasi yang didapat dari istri MD, Yanti Nurhayati selaku saksi kejadian. Peristiwa ini terjadi begitu cepat, selang waktu kurang lebih 30 menit ketika istri MD keluar rumah sesaat.
“Awal mulanya istri MD pergi ke perkumpulan ibu-ibu yang tidak jauh dari TKP. Selang sekitar 30 menit kemudian sang istri kembali pulang ke rumah,” kata Iptu Made Budi, Kamis (7/9).
Baca Juga: Duta Kebaya dan Batik Cilik Indonesia 2023 Sukses Dihelat, Ini Pemenangnya di Jabodetabek
Iptu Made Budi menuturkan, MD meninggal dunia begitu cepat. Pasalnya saat sang istri berada di rumah kembali, mereka sempat berbincang, sesaat sebelum MD memilih untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Lebih lanjut, Iptu Made Budi menerangkan, pasangan suami istri ini sempat berbincang sebentar. Lalu istri MD kembali ke luar rumah, berbincang dengan tetangga sekitar. 30 menit kemudian sang istri dibuat kaget, lantaran sang suami sudah mengakhiri hidup dengan gantung diri.
“Saat istri MD kembali pulang ke rumah, ia sudah menemukan sang suami mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan tali berwarna kuning. Hal itu diketahui ketika sang istri hendak menunaikan Salat Asar,” kata Iptu Made Budi.
Baca Juga: TPS Liar di Curug Depok Terbakar, Ini Biang Keroknya
Setelah sang istri menemukan hal yang mengejutkan itu, Iptu Made Budi mengungkapkan, kemudian sang istri berteriak dan meminta tolong kepada keluarganya dan tetangga sekitar, guna dilakukan penanganan.
“Saat itu keadaan MD sudah menggantung dengan tali warna kuning, dalam keadaan lidah menjulur,” kata Iptu Made Budi.
Iptu Made Budi menuturkan, ketika menggali informasi dari saksi kejadian. Diduga, MD melakukan tindakan tersebut lantaran tidak mempunyai biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya, serta penyakit komplikasi yang diderita tak kunjung sembuh.
Baca Juga: Mengenal BEM Jakarta Global University Depok, Jembatan Penghubung Antara Mahasiswa dan Lembaga
“Setelah kejadian ini. Istri MD tak mau sang suami diotopsi, dan tidak ada tuntutan serta meminta MD agar segera dimakamkan dengan surat pernyataan terlampir,” jelas Iptu Made Budi.***
Artikel Terkait
Heboh, Warga Pasir Putih Depok Habis Nonton Bola Gantung Diri di Pohon Nangka
Masalah Ekonomi, Warga Depok Nekat Gantung Diri di Tepi Sungai Ciliwung
Mandor Ditemukan Gantung Diri di Masjid Depok
Pria di Depok Gantung Diri di Gudang
WNA Korsel Ditemukan Gantung Diri di Cimanggis Depok, Diduga Karena Depresi