Minggu, 19 April 2026

Fantastis! Omset Pedagang Pasar Cisalak Depok Tembus Rp7 Juta per Hari, Padahal Beroperasi Cuma Enam Jam

Gerard Soeharly, Radar Depok
- Rabu, 24 April 2024 | 09:00 WIB
Penampakan pengunjung dan pedagang saat bertransaksi di Pasar Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (23/4).  (AGNESYA WIANDA/RADAR DEPOK)
Penampakan pengunjung dan pedagang saat bertransaksi di Pasar Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (23/4). (AGNESYA WIANDA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM-UPT Pasar Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok memaksimalkan ratusan pedagang yang dibawahinya. Hal itu dilakukan agar pedagang maupun pengunjung lebih nyaman bertransaksi di pasar tersebut.

Berdasarkan catatan UPT Pasar Cisalak, setidaknya terdapat 723 pedagang dari berbagai komoditi yang dikelola. Seluruhnya, menempati pasar tersebut berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Salah satu pedagang di UPT Pasar Cisalak, Mariyati mengaku, omset penjulannya mencapai Rp5-7 juta per hari, karena ramainya pengunjung yang datang. Padahal, dia hanya membuka lapak dagangannya selama enam jam setiap hari.

"Saya mulai buka jam 1 dini hari, biasanya pengunjung ramai dari jam 2 dini hari sampai pagi jam 7. Dengan omset Rp5-7 juta perhari," ungkap Mariyati kepada Radar Depok, Selasa (23/4).

Menanggapi hal itu, Kepala UPT Pasar Cisalak, Wahyu Sahadat mengatakan, di luar pedagang yang dikelola itu, terdapat pedagang lainnya yang turut berjualan di area pasar hingga tumpah ke pinggir jalan.

Baca Juga: Viewnya Langsung Pegunungan dan Persawahan yang Asri Abis! Enggak Akan Nyesel Liburan di Tempat Wisata Ini, Ada Tempat Camping dan Villa Juga

"Jumlah pedagang pasar disini 723 yang dikelola oleh UPT, dan terdaftar sebagai  pedagang di Pasar Cisalak. Kalau di luar gedung pasar ini sama banyaknya, tapi tidak dikelola oleh UPT. Kita tidak bisa menahan mereka untuk tidak berusaha kan, karena prinsip ekonomi lah," jelas Wahyu Sahadat kepada Radar Depok, Selasa (23/4).

Menurut Wahyu Sahadat, keluhan yang disampaikan pengunjung soal genangan air di Pasar Cisalak disebabkan pedagang yang menjual ayam potong. Karena, mereka membutuhkan air untuk mencuci.

"Wilayah yang basah ya hanya di komoditi ayam potong itu. Makanya, kami mengusulkan ke dinas untuk membuat sodetan kembali di depan kiosnya," kata Wahyu Sahadat.

Baca Juga: Bikers Wajib Baca! Ini Tips Mengatasi Ngantuk Saat Riding Malam Hari

Wahyu Sahadat menuturkan, area lainnya di pasar tersebut dalam kondisi yang baik seperti komoditi sayur, pakaian, makanan, hingga gerbang selatan maupun utara.

"Karena sebenarnya kita juga melakukan pembersihan, setelah pasar sudah agak sepi. Kalau pas ramai pengunjung takut mengganggu pengunjung pasar," ujar Wahyu Sahadat.

Lebih lanjut, Wahyu Sahadat membantah adanya kabar yang menyebutkan Pasar Cisalak sepi pengunjung. Karena, dalam waktu tertentu pasar itu sangat ramai. Hal itu dapat terlihat dari jumlah kendaraan yang terparkir hingga ke luar area pasar.

Baca Juga: Viewnya Langsung Pegunungan dan Persawahan yang Asri Abis! Enggak Akan Nyesel Liburan di Tempat Wisata Ini, Ada Tempat Camping dan Villa Juga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X