metropolis

BPN Kota Depok Targetkan Pengadaan Tanah Desari, Cijago, Cimaci Rampung di 2024, Begini Rinciannya

Sabtu, 13 Januari 2024 | 08:00 WIB
Kepala BPN Kota Depok, Indra Gunawan (tengah) (BPN DEPOK)

-Kelurahan Cipayung Jaya: Target 571 bidang (dari target semula 160)

-Kelurahan Rangkapan Jaya Baru: Sisa 72 bidang

-Kelurahan Pangkalan Jati Baru: sisa 23 bidang

-Kelurahan Gandul: sisa 32 bidang

“Sehingga, target pengadaan tanah untuk tol Desari berubah dari 3.085 bidang menjadi 3.293 bidang,” jelas Hodidjah. 

Baca Juga: Bruaak, Pria Sedang Pangkas Pohon Terjatuh ke Jurang 6 Meter di Depok

Sementara, untuk proyek jalan tol Cijago, target pengadaan adalah 4.338 bidang dengan luas total 144,3100 hektar. Untuk realisasi pengadaan hingga saat ini telah mencapai 4.279 bidang dengan luas 138,8767 hektar, atau sekitar 98,63 persen dari target.

“Sisa bidang yang belum dibebaskan adalah 59 bidang loop dan tiga bidang dalam ROW, yang saat ini sudah pada tahapan pengadaan di Kelurahan Limo,” papar Hodidjah.

Sedangkan, untuk tol Cimaci, target pengadaan adalah 3 bidang dengan luas total 0,1619 hektar. Namun, realisasi pengadaan masih nol.

Baca Juga: Sidang Perceraian Irish Bella dan Ammar Zoni Ditunda di Pengadilan Agama Depok, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

“Pastinya proses pengadaan tanah ini sudah pada tahap penilaian, namun karena ada sanggahan dari pihak lain terhadap pengumuman PBT dan nominatif, maka kami telah berkirim surat kepada pengadu, yang pada intinya untuk segera mendaftarkan gugatan terkait keperdataannya dalam waktu 14 hari kerja,” jelas Hodidjah.

Apabila, dalam waktu tersebut pengadu tidak menyampaikan nomor registrasi perkara, atau akta perdamaian, maka proses pengadaan akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. 

Ketika ditanya progres non PSN pada tahun 2023, Hodidjah mengatakan ada pengadaan tanah di Simpang Sengon dan Simpang Ramanda.

Baca Juga: Mengulas Kembali Perjalanan Sastrawan sekaligus Wartawan Senior, Gerson Poyk Bagian 1

“Alhamdulillah, progresnya menggembirakan. Untuk Simpang Sengon sudah selesai 100 persen. Sedangkan untuk Simpang Ramanda dari 20 bidang kini tersisa 20 bidang yang belum dibebaskan, dikarenakan perlu penataan batas terlebih dahulu,” ungkapnya.***

Halaman:

Tags

Terkini