”Industri diharapkan berkomitmen untuk kolaborasi dan Dikti berbagi risiko sampai 50% pada kolaborasi tersebut, baik dari sisi anggaran maupun keterlaksanaan program,” kata Matrissya Hermita.
Matrissya Hermita mengatakan, PMO Kedaireka 2024 memiliki beberapa program di antaranya CEO Mentorship yang mengundang para CEO atau pembuat kebijakan perusahaan yang ingin/bisa bergabung dengan Kedaireka.
”Kami mensosialisasikan program dan oportuniti apa yang didapat dari kolaborasi dengan Kedaireka,” kata Matrissya Hermita.
Matrissya Hermita menjelaskan, ada Rekapreneur yang memiliki case business dan diselesaikan melalui kepakaran. Business case ini jadi peluang cipta yang akan dipadankan dengan kreasi reka yang sesuai kebutuhan peluang cipta tersebut. Ada juga fitur berbasis web Kedaireka di mana bisa dilihat galeri reka cipta yang terbangun sejak awal ekosistem, video, testimoni yang dapat mengundang mitra. Sektor skala prioritas PDP-Kedaireka adalah ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi digital, kemandirian kesehatan dan pariwisata.
”Namun bukan berarti bidang lain tidak bisa berkolaborasi dengan PDP karena ada nontematik yang sifatnya umum,” tambah Matrissya Hermita.
Inovator Penerima PDP Akademik dari Universitas Diponegoro, Anindya Wirasatriya mengatakan, selama ini riset-riset dosen berakhir di jurnal.
“Belum ada implementasi yang lebih nyata ke masyarakat,” kata Anindya Wirasatriya.
Anindya Wirasatriya melakukan riset mengenai fenomena alam di Pulau Alor dimana air laut yang biasanya suhunya 30ºC, tiba-tiba bisa menjadi dingin sampai 15ºC. Masyarakat berkumpul menikmati sensasi air laut dingin sambil mencari ikan yang pingsan karena kedinginan juga ratusan lumba-lumba yang ikut berdatangan. Sayangnya karena durasinya yang singkat juga waktunya yang tidak bisa diprediksi, potensi pariwisata hanya bisa dimanfaatkan masyarakat lokal.
Maka dengan PDP Kedaireka 2022, bermitra dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, masyarakat setempat juga perguruan tinggi lokal berinovasi membuat suatu sistem yang melakukan monitoring secara real time termasuk memprediksi datangnya fenomena alam ini.
”Sehingga fenomena unik dan menakjubkan ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan mengundang para wisatawan,” kata Anindya Wirasatriya.
Inovator Penerima PDP Vokasi dari Politeknik Unggulan Kalimantan, Yulisha Eva Oktaviani menjelaskan, dengan PDP yang diterimanya pada 2023, membuat Program SUPER yaitu Sustainable, Proaktif dan Empower suatu pemberdayaan masyarakat secara holistik untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2002 bermitra dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri. Program ini berkelanjutan pada para kader, Posyandu, Puskesmas sehingga inovasi yang diterapkan ini bisa menurunkan angka stunting,” Yulisha Eva Oktaviani. ***