Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri mengungkapkan, temuan itu mempengaruhi suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Beji, Cinere dan Limo. Terkhusus Kelurahan Krukut, pemilih terdampak akan memberikan hak suaranya di kelurahan terdekat.
"Jadi untuk di Kelurahan Krukut di Dapil saya itu pindahnya ke kelurahan sebelah. Jadi untuk sementara, KTP nya tidak dipindahklan dulu," kata dia kepada Radar Depok, Senin (28/3).
Sementara, kata Tajudin, pemilih di Kelurahan Limo akan dipindahkan ke Kelurahan Meruyung. Mensiasati hal tersebut, pihaknya akan menyediakan angkutan untuk pemilihnya. Hal itu dinilai lebih efektif dalam mendulang suara.
"Nah kita mensiasatinya memang perlu menjemput bola, jadi kita data nanti warga yang pindah ke luar kelurahan itu kita siapkan angkutan untuk dapat memilih ke TPS," jelas dia.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus membeberkan, pembangunan Tol Cijago sudah pasti berdampak terhadap suara pemilih dalam Pemilu mendatang.
"Pengaruh pasti ada. Artinya, memang berpengaruh seperti pada suara dalam Pemilu. Selanjutnya bahwa dampak penggurusaran itu harus pendataan yang akurat jangan sampai TPS maupun pemilih hilang," sebut dia.
Edi menerangkan, Bawaslu Kota Depok perlu melakukan kordinasi dengan KPU Kota Depok dan Disdukcapil Kota Depok terkait pendataan pemilih terdampak pada Dapil tersebut.
"Pasti datanya di Disduukcapil itu ada jadi harus diliat, jangan sampai penggusuran membuat datanya hilang," kata dia.
Perlu diketahui, Bawaslu Kota Depok menemukan 18 TPS dan 4.399 Pemilih terdampak pembangunan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago). Pasalnya, hal itu berpotensi mempengaruhi jumlah dan komposisi pemilih pada TPS di Kelurahan Limo dan Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.***