Baca Juga: Tekan Kekerasan Online, Komdigi dan Komnas Perempuan Perketat Pengawasan Platform Digital
Fenomena seperti “Chilean Paradox” menjadi pengingat bahwa pertumbuhan tidak selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang lebih inklusif, mulai dari bantuan sosial bagi kelompok rentan hingga berbagai stimulus bagi kelas menengah.
Insentif pajak, dukungan pembiayaan perumahan, serta subsidi energi dan sektor tertentu menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli dan memperkuat peran kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“Kelas menengah kita yang menjadi tulang punggung penentu ekonomi Indonesia betul-betul kita dorong, kita berdayakan, dan berkontribusi positif untuk perekonomian nasional Indonesia,” pungkas Sesmenko Susiwijono.***