Baca Juga: Tekan Kekerasan Online, Komdigi dan Komnas Perempuan Perketat Pengawasan Platform Digital
Fenomena seperti “Chilean Paradox” menjadi pengingat bahwa pertumbuhan tidak selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang lebih inklusif, mulai dari bantuan sosial bagi kelompok rentan hingga berbagai stimulus bagi kelas menengah.
Insentif pajak, dukungan pembiayaan perumahan, serta subsidi energi dan sektor tertentu menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli dan memperkuat peran kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“Kelas menengah kita yang menjadi tulang punggung penentu ekonomi Indonesia betul-betul kita dorong, kita berdayakan, dan berkontribusi positif untuk perekonomian nasional Indonesia,” pungkas Sesmenko Susiwijono.***
Artikel Terkait
Dongkrak Perekonomian Warga, Dimsum Klawing Curug Depok Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal
Anggota DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna : MBG Dongkrak Perekonomian
Lazisnu Depok Kelola Rp1,79 Miliar Selama Ramadan : Guna Penguatan Ekonomi Umat
Di Kabupaten Bogor, BPS Ajak Diskominfo Garap Sensus Ekonomi
Ekonomi Diuji Gejolak Global, Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tahan Banting
Menkeu Purbaya Respons Proyeksi Bank Dunia: Hitungannya Kurang Tepat, Ekonomi RI Masih Kuat