RADARDEPOK.COM – Pengamat politik Yusfitriadi, mengatakan jika bakal calon presiden saat ini tengah berebut electoral effect Jokowi jelang Pilpres 2024.
Hal ini terlihat dari pernyataan beberapa bakal capres yang menyebutkan jika putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming berpeluang maju dalam Pilpres 2024.
Menurut Yusfitriadi, pernyataan ini dilontarkan beberapa bakal capres, seperti Ganjar Pranowo, yang diusung oleh PDIP dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ragam Lomba FIFGROUP Depok Hibur Masyarakat, Semua Hadiah Menarik
“Ganjar dan Prabowo menyatakan Gibran berpeluang menjadi bakal capres apabila Mahkamah Konstitusi atau MK mengabulkan gugatan syarat mininal 35 tahun bagi capres dan cawapres.
“Kondisi ini memancing spekulasi berbagai macam opini, termasuk belomba mencari ‘berkah’ suara dari Jokowi dengan memberikan peluang Gibran menjadi bakal capres,” kata Yusfitriadi.
Hanya capres Anies Baswedan, yang diusung NasDem, tidak mengeluarkan pernyataan soal peluang Gibran maju menjadi bakal capres.
Baca Juga: Perawatan Rem Anti Lock Braking System atau ABS pada Motor Honda, Mudah dan Simpel
Yusfitriadi menuturkan, efek suara Jokowi juga turut memanaskan konstelasi politik jelang Pilpres 2024.
Terlebih, isu perpecahan di tubuh Partai Golkar kembali mencuat setelah koordinator tim pemrakarsa kebangkitan partai itu, Lawrence Siburian membawa kasus dukungan Airlangga ke Mahkamah Partai.
Lawrance mengatakan, dukungan Golkar ke Prabowo Subianto bukan atas persetujuan partai.
“Kondisi ini memancing spekulasi apakah ada intervensi dan campur tangan Prabowo,” ucap Yusfitriadi.
Efek Jokowi juga, lanjut Yusfitriadi terlihat dari naiknya elektabilitas Prabowo.