Salah satu yang ditemuinya adalah seorang penjual keripik di wilayah Cilodong. Harga perbungkus keripik mulai dari Rp 2ribu sampai 5ribu sesuai dengan besaran bungkusnya.
“Beliau mengatakan kalau lagi ramai pembeli bisa dapat Rp 120.000 per hari. Tapi itu tidak tentu. Rata-rata hanya bisa menjual 40 bungkus, yang berarti hanya mendapat Rp 80.000 karena kalau dijual terlalu mahal tak ada yang beli,” katanya.
Dari hasil pembicaraan tersebut, dirinya menyimpulkan bahwa uang yang diperoleh penjual keripik terbilang minim untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: 7 Destinasi Liburan Impian Warga Depok: Temukan Keajaiban Banten yang Dekat dan Memesona!
“Dengan uang Rp 80.000 per hari tentu tidak dapat dikatakan memadai. Banyaknya kebutuhan, seperti makan sehari-hari, uang sekolah anak, dan lainnya tidak akan tertutupi secara maksimal. Ini baru satu orang dan masih banyak warga Kota Depok lainnya yang memiliki nasib sama,” jelasnya.
Itu artinya, katanya lagi, perlu ada intervensi dari pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mg3)
Artikel Terkait
44 Bacaleg Partai Ummat Depok Diberi Pembekalan, Berikut Materinya
Partai Ummat Pastikan Buni Yani Nyalon Walikota Depok
Diiringi Puluhan Ojek Online, Partai Ummat Daftarkan Bacaleg ke KPU Depok
Partai Ummat Cimanggis Yakin Kirim Wakil ke DPRD Depok : Sinergi Tua dan Muda
Daftar ke KPU, Partai Ummat Depok Pastikan Bakal PAW Anggota DPRD yang Nakal