RADARDEPOK.COM – Pemerintah kemarin (18/4) mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dari Tol Cikampek KM 47 sampai Gerbang Tol Kalikangkung. Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit sempat menyaksikan penutupan jalur ke arah timur dari Gerbang Tol Kalikangkung.
Di Gerbang Tol Kalikangkung, Listyo dan Muhadjir menyapa pemudik yang menempelkan kartu e-money. Gerbang Tol Kalikangkung merupakan titik terakhir dalam rekayasa lalu lintas saat mudik.
One way lokal ini merupakan inisatif Polda Jawa Tengah. Sebab, hingga kemarin siang peningkatan pemudik yang lewat Gerbang Tol Kalikangkung sudah menyentuh angka 300 persen. Pada kondisi normal, Gerbang Tol Kalikangkung dilewati 10.000 kendaraan roda empat. Namun, kemarin sudah 30.000 kendaraan yang lewat.
Baca Juga: 6.000 Personel Jaga Jabodetabek, 470 Personel Siaga di Depok
Dari pengamatan Tim Mudik Jawa Pos (Grup Radar Depok), sebelum diberlakukan one way, antrean di Gerbang Tol Kalikangkung sekitar lima mobil untuk setiap gate. Namun sesaat setelah semua gate dibuka untuk one way, antrean terpanjang hanya tiga mobil. Namun, situasi tersebut belum masuk pada puncak arus mudik. “Diprediksi puncak arus mudik mulai nanti malam (semalam) dan besok malam,” kata Listyo.
Dia menyadari bahwa sistem one way mempengaruhi pemudik dari arah timur ke barat. Dikhawatirkan jalur non tol akan macet. Karena itu, dia minta Polda Jawa Tengah terus mengkomunikasikan perubahan skenario rekayasa lalu lintas. Agar masyarakat tidak terjebak kemacetan. “Rest area terbatas jumlahnya,” ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa durasi istirahat di rest area maksimal 30 menit. Karena itu, disediakan tempat istirahat di luar tol. ”Perlu diinfokan agar tidak ada yang istirahat di bahu jalan,” imbuhnya.
Baca Juga: Ratusan Sopir Bus di Tes Narkoba di Terminal Jatijajar Depok, Ini Hasilnya
Menko PMK Muhadjir menyatakan, masyarakat yang ingin beristirahat dalam waktu lama sebaiknya keluar tol. Saat akan kembali lagi, tidak akan ditarik biaya lagi. “Semakin jauh mudiknya, potensi kecelakaan tinggi. Tahun lalu angka tertinggi kecelakaan tol berada di Jawa Timur,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi Polda Jawa Tengah yang telah mengorkestrasi pemanfaatan jalur non tol dengan baik. Misalnya saja soal pembagian beban jalan kota. “Sehingga beban one way tidak ditanggung satu kota tertentu,” kata Muhadjir.
Berdasar data Polri, kendaraan yang keluar Jakarta pada Selasa (18/4) sejak pukul 06.00 hingga 14.00 melalui gerbang tol Cikampek Utama I mencapai 21.458 unit. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Nurul Azizah menjelaskan, untuk gerbang tol Ciawi, di waktu yang sama mencapai 11.010 kendaraan. ”Lalu gerbang tol Kalihurip Utama II yang keluar Jakarta mencapai 10.536 unit,” terangnya.
Baca Juga: Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Ajak Pembimbing Rohani Cegah Tawuran
Untuk arus lalu lintas keluar Jakarta melalui gerbang tol Cikupa menuju ke Pelabuhan Merak mencapai 19.941 unit. Dengan begitu, total kendaraan yang keluar Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera mencapai 62.945 kendaraan. ”Itu baru sampai pukul 14.00 ya,’’ terangnya.
Pada bagian lain, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memproyeksikan perputaran ekonomi di sektor parekraf saat momen mudik dan libur Lebaran 2023 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 240,1 triliun. Proyeksi perputaran ekonomi tersebut tidak lepas dari prediksi pertumbuhan pergerakan masyarakat yang mencapai 123,8 juta orang.
"Ini tentunya patut kita syukuri, tapi kita harus juga mengantisipasi agar pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif tetap menerapkan seluruh protokol CHSE. Termasuk protokol keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan," ungkapnya.