RADARDEPOK.COM - Satu keluarga terdiri dari 8 jiwa, di Kampung Cikadu, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, masih dirawat intensif di Puskesmas Leuwisadeng dan RSUD R Moh Noh Nur (RSUD Leuwiliang). Mereka diduga keracunan usai menyantap penganan tempe goreng olahan sendiri, Senin (9/6).
Salah seorang korban, Sukamto mengungkap, merasakan pusing dan mual setelah memakan tempe yang digoreng anggota keluarganya.
"Kejadiannya Selasa (10/6) pagi, setelah memakan tempe goreng saya dan 7 orang lainnya merasa muntah-muntah, mual, pusing, lemas, dan kaki berasa kesemutan," ujarnya, Selasa (10/6).
Seluruh korban kemudian dibawa Pemdes Sadeng ke Puskesmas Leuwisadeng dan RSUD R Moh Noh Nur untuk ditangani secara medis.
Baca Juga: Seribu Perempuan Nobar Film Insya Allah Berkah, GOW Kabupaten Bogor Siap Berkolaborasi
"Dari 8 orang, salah satunya saya 5 dirawat di Puskesmas Leuwisadeng dan 2 dirujuk RSUD R. Moh. Noh Nur. Total ada 8 orang yang mengalami keracunan, ya satu keluarga itu mah dan itu tempe baru beli," terang dia.
Kepala Puskesmas Leuwisadeng, dr Farida, membenarkan telah terjadi kejadian luar biasa yaitu 8 warga yang diduga keracunan tempe goreng.
"Pada Senin (9/6), kami menerima 8 pasien dengan keluhan muntah-muntah dan diare. Dugaan sementara, mereka mengalami keracunan makanan," ujarnya.
Farida mengaku pihaknya kini tengah melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Namun, salah satu makanan yang dicurigai adalah tempe yang dikonsumsi keluarga tersebut.
Baca Juga: Pemkab Bogor Komitmen Lanjutkan Program Sekolah Pra Nikah, Ini Tujuannya
"Dari 8 orang yang datang, satu langsung diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil, satu dirujuk ke RSUD Leuwiliang, dan sisanya kami rawat di Puskesmas," jelasnya.
Namun, kondisi salah satu pasien yang awalnya dirawat di puskesmas memburuk sehingga turut dirujuk ke rumah sakit (RSUD Leuwiliang) pada malam harinya.
"Saat ini, lima orang lainnya yang masih dirawat kondisinya sudah membaik. Tidak ada keluhan berarti, tapi tetap kami observasi lebih lanjut," katanya. ***
JURNALIS : ACHMAD KURNIAWAN
Artikel Terkait
Perda Pajak dan Retribusi Bogor Direvisi, Ini Objek yang Dipungut
Ngeri! Over Kapasitas, TPA Galuga Cibungbulang Bogor Langganan Longsor
Pemkab Bogor Bangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data : Mata Garuda Hingga BESTIE Diluncurkan
Jos! Sekda Pastikan Kabogorfest 2025 Siap Dihelat
Pemkab Bogor Komitmen Lanjutkan Program Sekolah Pra Nikah, Ini Tujuannya
Bakal Mulus! Jalan Abdul Fatah Bogor Siap Diperbaiki
Seribu Perempuan Nobar Film Insya Allah Berkah, GOW Kabupaten Bogor Siap Berkolaborasi