Minggu, 19 April 2026

Mengikuti Aktifitas KWT Tunas Tani RW8 Bojongsari Baru di Pekarangan

Indra Abertnego, Radar Depok
- Rabu, 29 Maret 2023 | 08:10 WIB
Peluncuran kebun hidroponik KWT Selendang Ratu di RW 05,Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung (Istimewa)
Peluncuran kebun hidroponik KWT Selendang Ratu di RW 05,Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung (Istimewa)

RADARDEPOK.COM - Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri atas wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian. Kali ini, awak Radar Depok akan mengupas kegiatan KWT Tunas Tani RW8 Bojongsari Baru.

Laporan : Aldy Rama

Pagi hari yang begitu cerah, puluhan kader KWT Tunas Tani RW8 Bojongsari Baru bersama aparatur kelurahan setempat begitu semangat memanen apa yang sudah ditanam, dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Terhitung ada lima jenis tanaman yang mereka panen, terdiri dari kangkung dengan berat kurang lebih 17 kilogram (kg), bayam hijau 9 kg, cabai rawit 1,7 kg, cabai keriting 1,5 kg dan tomat 1/2 kg.

Kegiatan yang diisi dan didominasi perempuan tersebut penuh akan keceriaan. Bagaimana tidak, ini merupakan panen perdana mereka, dan apa yang mereka tanam tersebut berhasil tumbuh sesuai ekspetasi mereka.

Tentu di dalam kegiatan tersebut hadir Ketua RW8 Bojongsari Baru, Abdullah yang turut membantu kader dan aparatur setempat dalam memanen kelima jenis tanaman yang ada.

"Kegiatan ibu-ibu kader kami ini memanfaatkan lahan kosong milik warga, dan hasil dari panennya akan dibagi-bagikan kepada warga terdekat di tempat lahan kami panen," ungkap Abdul.

Apa yang dilakukan kader yang ada tersebut, semata untuk berbagi kepada sesama. Supaya warga sekitar bisa menikmati dari hasil tani ibu-ibu kader KWT Tunas Tani RW8 Bojongsari Baru.

Abdullah juga turut menjelaskan, bahwa sebenarnya ini merupakan salah satu dari kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas (kampung KB) RW8. Jadi, ibu-ibu kader yang ada mengisi kekosongan waktu mereka.

"Di mana salah satu dari fungsi Kampung KB yakni membuat tanaman organik, karena kami beum mempunyai modal yang besar untuk membuat tanaman organik dengan media yang lebih modern, jadi kami memanfaatkan lahan kosong milik warga," beber dia.

Salah satu harapan dengan adanya program P2L, adalah masyarakat bisa lebih kreatif dan bisa memanfaatkan waktu yang kosong. Agar bisa belajar, untuk bagaimana caranya membantu kebutuhan di dapur sendiri dari apa yang sudah dilakukan di pekarangan.

"Mudah-mudahan hasil dari sebuah kreatifitas warga bisa menjadi contoh untuk generasi yang mendatang," ujar Abdul.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X