RADARDEPOK.COM - Musim kemarau yang datang berbarengan dengan kondisi iklim el nino, nyatanya mampu menekan angka kasus Demam Berdarah atau DBD. Hal itu dibuktikan dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok selama periode tersebut.
Berdasarkan catatan Dinkes Kota Depok, kasus DBD kian mengalami penurunan. Terutama, saat musim kemarau disertai kondisi iklim el nino melanda.
Baca Juga: MyTelkomsel, Solusi Lengkap untuk Dukung Aktivitas Digital Pelanggan Telkomsel dan Indihome
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, selama musim kemarau disertai kondisi iklim el nino atau Agustus hingga September, terdapat penurunan sebanyak 15 kasus DBD.
Umi Zakiati menyebutkan, terdapat 86 kasus DBD pada Agustus tahun ini. Angka tersebut turun belasan kasus menjadi 71 kasus pada September.
Baca Juga: Genjot Olahraga di Depok, Ini Pesan Dessiana
"Tidak ada kenaikan justru menurun 15 kasus DBD dari Bulan Agustus ke September atau selama musim kemarau dan el nino melanda," ungkap Umi Zakiati kepada Radar Depok, Selasa (3/10).
Umi Zakiati merincikan, kasus DBD di Kota Depok sepanjang tahun ini yakni Januari 126 kasus, Februari 93 kasus, Maret 110 kasus, April 77 kasus, Mei 83 kasus, Juni 89 kasus, Juli 113 kasus, Agustus 86 kasus dan September 71 kasus.
Baca Juga: Izin Minta Nikah Lagi, Anak Malah Tusuk Ayah Kandung di Mekarsari Depok
Berdasarkan data tersebut, kata Umi Zakiati, tren kasus DBD di Kota Depok tidak terlalu dipengaruhi musim. Sebab, kecenderungan peningkatan atau penurunan kasus itu dipengaruhi perkembangan nyamuk vektor. Termasuk, aedes aeghpty yang merupakan keladi utama dari penyakit demam berdarah.
"Sebenarnya, tergantung tempat perkembangbiakannya nyamuk vektor," tutur Umi Zakiati.
Baca Juga: Camat Bojongsari Pimpin Apel Pagi di Balaikota
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus DBD atau Kejadian Luar Biasa (KLB) di Provinsi Jawa Barat pada akhir 2023 dan awal 2024.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, suhu udara yang semakin tinggi atau panas akibat musim kemarau disertai El Nino menyebabkan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti jadi lebih banyak dan lebih cepat bertumbuh.
Baca Juga: Hadirkan Sensasi Negeri Dongeng dan Hamparan Taman Bunga, Inilah Jatinangor Flower National Park!
Artikel Terkait
Peringati Hari Batik Nasional dan Kesaktian Pancasila, Adakan Apel ASN se Kecamatan Tapos
100 Meter Lahan TPS di Beji Terbakar
ASN Depok Kompak Pakai Batik, Ini Pesan Imam Budi Hartono
PT Transjakarta Kembalikan Rute D11 Depok BKN, Sebelumnya Hanya Sampai Stasiun LRT Harjamukti
Sebulan, Satpol PP Depok Amankan 29.956 Batang Rokok Ilegal
Cukup Bayar Rp10.000! Di Tempat Wisata Ini, Sobat Depok Bisa Menikmati Sunrise yang Keren Banget
Pimpin MES, PBNU Dukung Erick dalam Kembangkan Ekonomi Syariah
Curug Ciherang Destinasi Wisata Terbaik dengan Beragam Wahana dan Camping Ground