“Pokoknya tim tek teknis mereka harus duduk bersama dengan kami. Diselesaikan dengan mengambil solusi yang terbaik, untuk Tamansari Puri Bali yang terdampak. Dan harus dijelaskan dan diawasi dengan konkrit, tidak boleh asal-asalan. Karena dikhawatirkan akan berdampak panjang dari pembangunan perumahan ini,” kata Zul Heskia.
Senada dengan Zul Heskia, warga Klaster Amlapura Tamansari Puri Bali, Amel mengatakan, dampak banjir yang kian tak terkendali juga dirasakan di wilayah Klaster Amlapura, lantaran air yang menggenang semakin tinggi.
“Kalau dulu itu genangan air hanya semata kaki, selang 30 menit pun genangan air itu sudah surut. Sekarang, banjir di sini bisa dari sore hingga pukul 22:00 WIB baru surut. Dan itu terjadi pada Rabu (6/12),” jelas Amel.
Kemudian, sambung dia, banjir yang kian tak terkendali itu juga sampai merendam rumah warga. Sehingga menyebabkan sejumlah kerusakan pada barang elektronik, dan beberapa kendaraan warga. Baik itu yang terendam banjir, maupun warga yang memaksa melintas pada saat banjir terjadi.
“Pokoknya ini bencana banget buat kami. Dan kami meminta agar permasalahan ini ada solusinya. Karena kami tidak tinggal di sini untuk sementara, melainkan untuk generasi-generasi kami berikutnya,” jelas Amel.
Menanggapi hal ini, Ketua LPM Kelurahan Curug, Herman Karno mengatakan, mengenai poin-poin tuntutan warga yang disampaikan dalam orasi pada aksi damai tersebut. Sebetulnya hal itu sudah ada, dan sudah terlampir dalam surat pada 10 Desember 2023.
“Surat yang terlampir tersebut, menjawab keinginan warga Tamansari Puri Bali sebelumnya. Seperti penurapan yang sudah dilakukan, dan perbaikan pintu air, karena memang penyakit utamanya itu memang di pintu air,” terang Herman Karno.
Kemudian, sambung dia, terkait permasalahan pengaturan lalu lintas juga sudah dilakukan. Namun, ada juga beberapa poin yang disampaikan dalam orasi tersebut yang saat ini masih sedang dalam tahap pelaksanaan, termasuk site plan yang belum disampaikan kepada pihak Tamansari Puri Bali.
“Soal pintu air, memang dalam perjanjian dengan warga itu pada tanggal 10 Desember 2023 akan ada perbaikan. Kami selaku LPM, sebenarnya juga meminta untuk kembali dibuka pintu air,” tutur Herman Karno.
Tetapi, kata dia, karena pintu air ini ada kaitannya dengan usaha-usaha ikan masyarakat, untuk itu perlu dimusyawarahkan dahulu. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat lainnya akan duduk bareng, membahas mengenai hal tersebut.
“Jadi mohon kesabarannya. Karena Banjir ini bukan terjadi di Tamansari Puri Bali saja. Mohon kesabarannya, sedang kami upayakan agar permasalahan ini cepat selesai,” tutup Herman Karno.***
Artikel Terkait
Merasa Dirugikan oleh Pengembang, Pemilik Apartemen Cinere Resort Lakukan Aksi Damai
Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Ajak Masyarakat Serukan Aksi Damai bersama Palestina di Verbena GDC
Aksi Damai Bela Palestina di Depok Tercoreng dengan Aksi Pencopetan, Beberapa Warga Kehilangan Ponsel dan Dompet
Lurah Mekarjaya Ikuti Aksi Damai Bela Palestina di Depok, Dukung Kemerdekaan Bangsa Palestina
PKB Depok, Ismail Marzuqi Apresiasi Aksi Damai Bela Palestina, Bukti Masyarakat Peduli Kemanusiaan