“Jadi supaya pemilih dan petugas paham akan hal yang dijalani saat Pemilu nanti, kami juga memakai alat peraganya diubah. Tetapi, dalam konsep yang sama,” ungkap Adi Abdul Halim.
Adi Abdul Halim menerangkan, yang dimaksud alat peraga beda ialah bukan memakai Partai Politik (Parpol). Akan tetapi, memakai nama buah dan sayuran.
“Terkait pemilihan Presiden juga ada yang kami ubah yang real nya ada tiga nah disimulasi ini ada empat atas arahan dari KPU agar tidak identik, dan memakai nomor yang tinggi contohnya 56, 57, 58, dan 59, begitupun DPR RI dan DPRD Provinsi” terang Adi Abdul Halim.
Adi Abdul Halim membeberkan, acara berlangsung lancar tidak ada mengalami kendala sedikitpun dari warga yang datang untuk melakukan simulasi Pemilu.
Baca Juga: Begini Soal Sekprov Manado Ajak ASN Ikut Kampanye Bersama Istri Ganjar Pranowo
“Alhamdulillah warga disini sangat mendukung adanya simulasi ini banyak sekali yang berdatanagan untuk melakukan hal tersebut,” tutup Adi Abdul Halim. (mg3)
Jurnalis : Gabriel Omar
Artikel Terkait
627 Surat Suara Ditemukan Rusak, Ini Langkah KPU Depok
KPU Temukan Ribuan Lembar Surat Suara Pemilu di Depok Rusak, Ini Rinciannya
Pemilih Tambahan di Depok Capai Belasan Ribu Orang, Ini Keterangan KPU
DPTb di Depok Capai 17.493, KPU Masih Tunggu Laporan dari PPK dan PPS
Timses Saling Klaim Kemenangan Debat, KPU Evaluasi Teknis Debat