Minggu, 19 April 2026

Begini Cara DKP3 Kota Depok Antisipasi Ancaman El Nino : 2024 Ada Teknologi Hybrid

Arnet Kelmanutu, Radar Depok
- Kamis, 31 Agustus 2023 | 09:00 WIB
ANTISIPASI: Foto bersama DKP3 Kota Depok seusai Forum Rencana Kerja Tahun 2024. (DOK.DKP3KOTADEPOK )
ANTISIPASI: Foto bersama DKP3 Kota Depok seusai Forum Rencana Kerja Tahun 2024. (DOK.DKP3KOTADEPOK )

RADARDEPOK.COM–Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok telah mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi dampak El Nino dengan memberikan saran kepada para pegiat tani untuk menanam yang membutuhkan sedikit air, guna meminimalisir dampak kekeringan lahan.

Kepala Seksi Pertanian DKP3 Kota Depok, Harry Adam Fauzi, mengungkapkan salah satu solusinya adalah melalui metode hidroponik. Pihaknya sedang menggalakkan teknologi hidroponik yang memungkinkan budidaya tanaman dengan penggunaan air yang efisien di sistem hidroponik.

Baca Juga: Hujam 18 Tusukan ke Korban, Oknum Densus 88 Dituntut Penjara Seumur Hidup

“Kalau misalnya tanah kekeringan, bisa mengganti media tanahnya itu dengan cara hidrokonik,” ungkap Harry Adam Fauzi kepada Radar Depok, Rabu (30/8).

Lebih lanjut, Harry menjelaskan tentang inisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui program pekarangan pangan lestari (P2L). Program ini bertujuan untuk sosialisasi penggunaan lahan pekarangan yang wajib ada di setiap kelurahan.

“Pada 2023 khususnya, menjadi menu wajib untuk setiap kelurahan melakukan program P2L tersebut di wilayah kelurahannya,” lanjut dia.

Baca Juga: 5 Pemandian Air Panas Dekat dari Depok, Lengkap dengan Tiketnya : Nomor 4 dan 5 Sudah Modern

Disisi lain, DKP3 Kota Depok menilai bahwa daerah yang rentan terdampak El Nino ada pada wilayah pesawahan yang berada di Tapos dan Sawangan. Oleh karena itu, pihaknya akan menyarankan penggantian komoditas tanaman sayuran atau palawija sebagai alternatif dalam memanfaatkan lahan yang luas.

“Persawahan itu adanya di wilayah Tapos dan di wilayah Sawangan. Jadi di tapos itu ada hamparan sekitar 36 hektare sawah, Itu yang memang akan rentan. Kami akan melakukan sosialisasi atau informasi melalui penyeluh lapangan kami,” jelas dia.

Baca Juga: Pengadaan Tanah Jalan Tol Desari Capai 71,67 Persen

Lebih lanjut, DKP3 Kota Depok juga sedang mengembangkan teknologi baru dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan teknologi hybrid artificial light. Dengan teknologi ini, diharapkan dapat memberikan solusi untuk budidaya tanaman di lahan sempit atau dalam ruangan yang menggunakan lampu UV sebagai pengganti sinar matahari yang diperlukan oleh tanaman.

“Kami sedang mengajukan dana bantuan keuangan kepada Provinsi Jawa Barat, yang mudah-mudahan di setujui,” lanjut dia.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 31 Agustus 2023: Aquarius Pasangan Anda Terluka Pisces Persaingan Kerja

Rencananya, kata Harry Adam Fauzi, teknologi ini akan diimplementasikan antara tahun 2024 hingga 2026, teknologi ini menjadi inovasi pertama di lingkup pemerintahan Indonesia yang akan membuka peluang pengembangan pertanian modern di wilayah Kota Depok.

“Memang harus banyak belajar dan banyak meraba. Tapi nanti di Anggaran Biaya Tambahan (ABT) ini juga akan ada penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk 2024. Itu masih kami selesaikan,” sambung dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X