Menanggapi kemungkinan dampak kerja sama ini terhadap hubungan dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, Bahlil menegaskan bahwa langkah tersebut murni didasarkan pada kebutuhan nasional.
Ia menyebut kebutuhan impor minyak Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel per tahun, sehingga kerja sama dengan berbagai negara menjadi hal yang wajar dan strategis.
“Kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barrel. Jadi semuanya kita ambil. Mana yang menguntungkan untuk negara harus kita lakukan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Bergejolak Imbas Konflik Iran, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Ada Kenaikan Hingga Lebaran
Walaupun Pasokan Energi Aman, Menteri ESDM Bahlil Ungkap Sedang Cari Alternatif Lain untuk BBM
Bahlil Ikut Dampingi Presiden Prabowo ke Jepang, Bahas Peluang Sektor Energi dan Investasi
BBM hingga Pangan Aman, Bupati Rudy Susmanto Apresiasi Presiden Prabowo Subianto
Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir Tahun, Menkeu Purbaya: Anggarannya Cukup
Jaga Pasokan Energi di Tengah Dinamika Global, Menteri ESDM Bahlil Siapkan Langkah Strategis
Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi Mulai dari Hal Sederhana