RADARDEPOK.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merespons kecelakaan tragis antara KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya dengan mengerahkan tim investigasi.
Kejadian ini terjadi di kilometer 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka pada pukul 06.03 WIB pada 5 Januari 2024.
Tim investigasi yang terdiri dari berbagai ahli akan melakukan penyelidikan selama 4 hari, dari tanggal 5 hingga 8 Januari 2024. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan bahwa pengumpulan data dan informasi faktual serta keterangan saksi menjadi fokus utama saat ini.
Baca Juga: Duh, 1.103 ODGJ di Depok Boleh Nyoblos Pemilu 2024
"Kami akan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait," ungkap Soerjanto dalam keterangan resmi.
Saat ini, KNKT belum bisa memberikan informasi terkait penyebab pasti kecelakaan, mengingat proses investigasi sedang berlangsung. Mereka juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar korban yang terluka segera pulih.
Selama proses penyelidikan, KNKT akan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat.
Baca Juga: Nofel Saleh Hilabi Didukung Senior Golkar
Mereka menegaskan tekad untuk memastikan hasil investigasi memberikan pencerahan untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api di Indonesia.
Di sisi lain, evakuasi korban masih berlangsung. Saat ini, terdapat 4 korban meninggal yang semuanya merupakan kru KAI, dan 33 orang lainnya masih dirawat akibat luka-luka di berbagai rumah sakit.
Proses evakuasi melibatkan 200 personel dari berbagai lembaga dan pihak terkait, menggunakan peralatan berat untuk mempermudah upaya penyelamatan.
Baca Juga: Di Sidang Cerai Pengadilan Agama Depok Irish Bella Hadirkan Tiga Saksi, Ini dia orangnya
KAI dan pihak terkait terus berupaya melakukan evakuasi lokomotif dan korban yang masih terjepit untuk memastikan keselamatan dan pemulihan jalur kereta yang terdampak.***