Akan tetapi, umpan silang mendatarnya tak menjangkau satu pun rekannya yang sudah menunggu di kotak penalti.
Hingga babak pertama usai, tidak terlalu banyak peluang emas yang tercipta.
Benfica walaupun bisa menciptakan empat tembakan, hanya mampu mencatatkan satu tendangan tepat sasaran. Inter sendiri gagal mencatatkan on target dari hanya dua tembakan.
Inter secara mengejutkan unggul lebih dahulu di menit ke-52. Overlap dari bek tengah Alessandro Bastoni diakhiri dengan umpan silang ke tiang jauh.
Nicolo Barella yang juga turut naik menyambut umpan itu dengan sundulan yang membuat kiper Vlachodimos tak berkutik.
Di menit ke-57 terjadi kemelut di depan gawang Inter. Awalnya dari umpan silang Joao Mario ke kerumunan di depang gawang Inter.
Tiga pemain Benfica yang berdiri di sana sama sekali gagal menendang bola dari jarak yang dekat.
Inter kembali mendapat peluang emas di menit ke-66. Berawal dari serangan balik yang cepat, Henrikh Mkhitaryan mendapat umpan terobosan di kotak penalti.
Tendangan kaki kirinya dieksekusi dengan baik, tetapi Vlachodimos dengan cepat menutup ruang tembak itu.
Peluang emas Benfica kembali hadir di menit ke-73. Grimaldo yang naik dari sisi kiri mendapat bola muntah hasil sapuan yang tidak sempurna saat umpan silang.
Tendangan setengah voli yang dilakukannya masih menyamping di gawang Inter.
Lagi, di menit ke-78 punya peluang dari serangan balik. Kali ini Gosens melepas umpan silang ke tiang jauh yang disambar Denzel Dumfries.
Tendangan pertamanya diblok Vlachodimos, lalu tendangan keduanya dihentikan pemain belakang.
Inter menciptakan gol keduanya dari titik putih di menit ke-82. Wasit Michael Oliver sebelumnya memastikannya lewat VAR bahwa Joao Mario melakukan handball saat menghalangi umpan silang dari Dumfries.
Romelu Lukaku yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola.