RADARDEPOK.COM-Rumah salah satu warga Rangkapan Jaya Baru yang diduga digunakan sebagai Kantor Rahim yang disebut sebagai pendana dibalik pertemuan Zainul Maarif dan Presiden Israel terlihat sepi.
Ketua RT 01 Wisma Melati, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Dede Kusnaidi mengatakan, baru mengetahui kabar yang beredar setelah dirinya di telepon oleh pegawai kelurahan Rangkapan Jaya Baru yang mengkonfirmasi tentang alamat dari Zainul Maarif.
Baca Juga: Masih Jadi Incaran! Ini Resep Daifuku Mochi, Ide Jualan Kekinian
"Saya baru tau pagi ini. Ketika orang kelurahan menelpon, lalu menanyakan dan mengkonfirmasi alamat dari rumah pak Zainul," tutur Dede Kusnaidi kepada Radar Depok, Rabu, (17/7/2024).
Dede Kusnaidi menuturkan, rumah yang terletak di Jalan Raya Keadilan itu nampak seperti rumah pada umunya. Tidak pernah terlihat ada aktifitas yang mencurigakan.
"Seperti tempat tinggal pada biasanya, normal saja," kata Dede Kusnaidi.
Dede Kusnaidi menyebutkan, Zainul Maarif menetap dan tinggal disana bersama istri dan lima orang anaknya sejak lima tahun yang lalu. Kadang Zainul dan keluarga memang jarang bersosialisasi dengan tetangga, namun ketika ada kegiatan bersama terkadang Zainul turut hadir dan berpartisipasi.
"Disana tinggal bersama istri dan lima anak. Sudah sekitar lima tahun lalu. Memang jarang bersosialisasi, tapi terkadang suka ikut kerja bakti juga," ucap Dede Kusnaidi.
Lebih lanjut, Dede Kusnaidi mengatakan, beberapa kali Zainul Maarif pernah mengadakan pengajian dan acara maulid nabi. Dia menyebutkan, acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh tetangga sekitar namun juga teman dan kerabat dari Zainul Maarif.
"Pernah bikin pengajian, tapi tamunya tidak hanya dari sini. Banyak yang dari teman-temannya juga," beber Dede Kusnaidi.
Namun begitu, Dede Kusnaidi tidak melihat adanya keanehan dari Zainul Maarif maupun keluarga. Dalam kesehariannya, Zainul Maarif nampak seperti warga masyarakat pada umumnya. Mulai dari cara berpakaian hingga aktifitas kesehariannya.
"Kelihatannya normal saja. Dari pakaiannya tidak terlihat nyentrik, hari-harinya juga biasa. Karena beliau kan dosen, jadi ya kalau pulang kerja yasudah di rumah saja. Seperti orang pada umumnya, beristirahat," tandas Dede Kusnaidi.***