RADARDEPOK.COM – Janji kampanye Walikota dan Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono akhirnya direalisasikan.
Diresmikannya Alun-alun dan Taman Hutan Kota Depok wilayah barat pada Kamis (19/9), menjadi salah satu simbol pemerataan pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Depok.
Meski sudah diresmikan, proyek pembangunan yang menelan APBD Rp58 miliar tersebut belum dapat dinikmati oleh masyarakat umum.
Tetapi, dalam waktu dekat masyarakat dapat menikmati alun-alun dengan luas 2,1 hektar tersebut, beserta jembatan gantung yang terbentang sepanjang 168 meter.
Mohammad Idris selaku Walikota Depok meminta, agar Imam Budi Hartono yang kini mencalonkan diri sebagai Walikota Depok untuk kembali melanjutkan dedikasinya di Kota Depok.
“Sementara ini kami memohon untuk diberi waktu untuk bisa menyelesaikan hal yang teknis ya. Seperti OB (Office boy), terus satpamnya, dan sebagainya. Sehingga selasa nanti baru bisa dibuka untuk umum,” tutur Mohammad Idris, kepada Radar Depok, Kamis (19/9).
Berkaitan dengan operasional Alun-alun dan Taman Hutan Kota wilayah barat, sambung Mohammad Idris, sama halnya dengan jam operasional Alun-alun Grand Depok City (GDC). Yang ditutup pukul 17:00 WIB.
“Jadi operasionalnya itu sama dengan alun-alun yang di sana (Alun-alun GDC). Sampai sore. Ya waktunya masih seperti di sana,” kata Kyai Idris biasa dia disapa.
Berkaitan dengan luas lahan secara keseluruhan, Mohammad Idris mengungkapkan, Alun-alun dan Taman Hutan Kota Depok wilayah barat secara keseluruhan memiliki luas 2,1 hektar. Untuk jembatan gantungnya, terbentang sepanjang 168 meter yang mampu menampung kurang lebih 200 orang.
Perihal anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan alun-alun dan jembatan gantung, Mohammad Idris mengungkapkan, dana yang digelontorkan ditotal Rp58 miliar. Rinciannya, Rp46 miliar untuk alun-alun dan Rp13 miliar untuk jembatan gantungnya.
“Dengan adanya peresmian tersebut, 10 janji kampanye Idris-Imam tuntas semua. Tinggal hal-hal teknis. Seperti pembangunan Posyandu untuk RW. Kendalanya, Pemkot Depok belum bisa membeli lahan karena memang lahannya tidak ada,” jelas Mohammad Idris.
Mohammad Idris turut meminta maaf, karena fasilitas untuk melengkapi alun-alun atau jembatan gantung tersebut belum lengkap dan tersedia untuk sementara ini. Maka dari itu, ia meminta agar Imam Budi Hartono mendorong kelengkapan fasilitas yang ada, setelah menjadi Walikota Depok nanti.