utama

BMKG Angkat Suara Soal Sukabumi Dikepung Bencana : Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Terjadi Tiga Hari ke Depan

Kamis, 5 Desember 2024 | 06:10 WIB
PORAKPORANDA : Terlihat petugas BPBD Sukabumi meninjau salah satu rumah longsor. (DOKUMEN RADAR SUKABUMI)

RADARDEPOK.COM-Bencana yang menghujam Sukabumi di 20 Kecamatan membuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, mengimbau kepada seluruh warga Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaanya pada cuaca ekstrem dan  bencana hidrometrologi selama musim hujan. Diantararanya, hujan deras disertai sambaran petir, banjir, puting beliung, pergerakan tanah, dan tanah longsor.

Hal demikian, disampaikan Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu kepada Radar Sukabumi, bahwa berdasarkan hasil monitoring pengamatan curah hujan pukul 07.00 WIB 4 Desember 2024, untuk di Sukabumi Pelabuhanratu 256.8 mm (esktrem), Cisolok 139.8  mm/hari (sangat lebat), ARG Sagaranten 179.4 mm/hari (Ekstrem).

Baca Juga: Terungkap! Berikut Strategi Kemenangan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah di Kecamatan Sukmajaya, Sumbang Suara Terbanyak Walaupun Bukan DPT Tertinggi

“Melihat kondisi tersebut, mohon perhatian khusus akan peningkatan kewaspadaan terhadap daerah-daerah yang dinilai rawan terhadap dampak yang ditimbulkan dan tetap pantau prakiraan cuaca, terutama jika ada peringatan dini akan terjadinya hujan yang disertai angin kencang dan petir serta kilat,” kata Teguh Rahayu kepada Radar Sukabumi pada Rabu (4/12/2024).

Diprakirakan 3 hari ke depan terdapat potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada skala lokal di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrometeorologis (dampak cuaca esktrem). Seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya.

Baca Juga: Pilkada Depok Berlangsung Kondusif, Ini Apresiasi Ade Firmansyah : Masyarakat Sudah Dewasa dalam Berpolitik

“Waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan yang disertai dengan kilat atau petir dan juga angin kencang pada sore hari, terutama pada hari dimana terjadi pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB,” timpalnya.

“Iya, biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus),” sambung Teguh Rahayu.

Bukan hanya itu, BMKG juga meninta untuk mewaspadai terhadap potensi sambaran petir dengan berlindung di tempat tertutup, menghindari pohon dan tiang listrik atau sesuatu yang tinggi lainnya, menghindari tempat tinggi dan terbuka, mematikan alat komunikasi sementara waktu, dan menjaga jarak aman jika sedang berteduh di luar ruangan.

Baca Juga: Sadis! Pengasuh Daycare di Depok Siram Balita dengan Air Panas

“Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung maupun rawan longsor, agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut,” bebernya.

“Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk mewaspadai potensi genangan atau banjir. Selain itu, waspada dengan adanya pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang,” tambah Teguh Rahayu.***

Tags

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB