Ia juga menambahkan, meskipun besaran curah hujan per hari sangat tinggi, faktor intensitas curah hujan per jam juga perlu diperhatikan. “Namun, secara umum, dua hari terakhir ini curah hujannya memang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Dikky, banjir yang terjadi disebabkan oleh pengelolaan sungai yang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar. “Kapasitas sungai kita sudah terlewati, bahkan setelah kami cek, beberapa titik di peta sebaran hujan periode berulang 50 tahunan menunjukkan bahwa debit air yang terjadi hampir mencapai angka 50 tahunan,” ujarnya.
“Sementara, kapasitas sungai kita masih terbatas, bahkan ada beberapa yang kapasitasnya kurang dari 10 tahun. Akibatnya, debit air melebihi kapasitas dan meluap, merendam pesawahan dan pemukiman di sekitar sungai,” bebernya.
Dalam menghadapi kondisi ini, Dikky menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah penanganan. “Kami akan melakukan assessment cepat, memeriksa kondisi tanggul-tanggul dan memastikan mana yang perlu segera diperbaiki,” tukasnya.
Bukan hanya itu, pihaknya juga mengaku akan melakukan pengerukan untuk menambah kapasitas sungai, namun saat ini, karena terbatasnya alat berat dan akses, maka Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, baru bisa melaksanakan pengerukan di satu lokasi, yaitu di Sungai Cipalabuhan, Kecamatan Palabuhanratu.
Baca Juga: Kelurahan Cipayung Depok Adu Kualitas Kader PKK Lewat Lomba, Intip Keseruannya!
Dikky juga menyebutkan bahwa untuk sungai lainnya, seperti Sungai Ciletuh, pihaknya akan melakukan pengerukan, namun masih menunggu aksesibilitas yang terbatas. “Untuk sungai lainnya seperti Ciletuh, pengerukan tetap akan dilakukan, namun kami harus menunggu akses jalan yang memungkinkan untuk membawa alat berat ke sana,” pungkasnya.***