Minggu, 19 April 2026

Bencana Sukabumi Terkini : 14 Titik Jalan Provinsi Terputus, Perbaikan Dikebut 1,5 Bulan, Sementara Bantuan Lewat Laut

Arnet Kelmanutu, Radar Depok
- Jumat, 6 Desember 2024 | 07:05 WIB
SUKABUMIBERDUKA : Terlihat seorang warga saat melihat lingkungannya yang luluk lantah akibat bencana alam yang terjadi di Sukabumi. (DOKUMEN RADAR SUKABUMI)
SUKABUMIBERDUKA : Terlihat seorang warga saat melihat lingkungannya yang luluk lantah akibat bencana alam yang terjadi di Sukabumi. (DOKUMEN RADAR SUKABUMI)

Bey juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, kepala desa, dan warga setempat. “Dalam situasi seperti ini, kita harus saling percaya dan tidak mudah curiga. Jangan sampai ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari bencana ini,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi. “Bencana pergerakan tanah ini adalah fenomena alam, dan kita semua harus lebih berhati-hati dan waspada,” pinta Bey.

Perbaikan Jalan Dikebut

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono kepada Radar Sukabumi menjelaskan, bahwa sejumlah ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah. “Untuk perbaikan jalan yang terputus, kami targetkan satu setengah bulan. Di lokasi bencana, ada enam titik jalan provinsi yang terputus,” kata Bambang kepada Radar Sukabumi saat mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melakukan peninjaun ke lokasi bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (05/12).

Baca Juga: Dari Kulit Lumpia dan Keju, Kamu Bisa Menciptakan Cemilan yang Enak, Renyah dan Bisa Jadi Ide Jualan yang Cuan!

Bambang juga menambahkan, fenomena hidrometeorologi ini memang sudah bisa diprediksi sebelumnya, namun dampaknya lebih besar dari yang diperkirakan. “Intensitas hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan seperti yang terjadi di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain adalah jalan Cikidang, Pelabuhanratu, serta jalan Loji menuju Puncak Darma Geopark. “Ada sekitar 14 titik longsor yang terjadi per 4 Desember 2024. Namun demikian, yang kerusakan parah hanya 6 titik yang jalannya putus. Beberapa titik, seperti di jalan Loji-Puncak Darma, mengalami kerusakan parah, termasuk jembatan yang patah akibat erosi sungai,” bebernya.

Menurutnya, jalan Loji-Puncak Darma dan jembatan Cilengka juga mengalami kerusakan akibat geseran sungai yang menggerus struktur jalan. Sementara, untuk jalur menuju Ciletuh, Bambang menginformasikan bahwa pengguna jalan akan dialihkan sementara waktu menggunakan jalur alternatif lain.

Baca Juga: Tanpa Oven Tanpa Mixer, Tapi Bisa Menghasilkan Kue yang Cantik dari Olahan Singkong

“Kami mohon maaf kepada pengguna jalan menuju Ciletuh, sementara akses ini akan dialihkan melalui rute alternatif. Mudah-mudahan dalam satu setengah bulan, jalur utama ini dapat diperbaiki dan dapat dilalui kembali,” jelasnya.

PENYEBAB UTAMA BANJIR

Banjir yang terjadi di Sukabumi ternyata akibat meluapnya sejumlah sungai yang melintas di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, saat meninjau lokasi mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (05/12).

Menurut Dikky, bahwa bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi kali ini, tergolong luar biasa. Ia menilai, curah hujan yang tercatat di wilayah Sukabumi, terutama pada Selasa (03/12) dan Rabu (04/12), menunjukkan angka yang sangat ekstrem.

Baca Juga: Cari Villa Puncak Buat Liburan Akhir Tahun? Coba Villa Ini! Tempatnya Luas, Nyaman dengan Fasilitas Lengkap

“Pada Selasa malam, data yang kami rekap pada Rabu pagi menunjukkan ada beberapa pos curah hujan yang angkanya sangat tinggi, ada yang mencapai 200 mm. Bahkan, 261 mm per hari. BMKG sendiri menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm per hari dan itu sudah dianggap ekstrem,” jelas Dikky.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arnet Kelmanutu

Sumber: Radar Sukabumi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X