RADARDEPOK.COM–Vihara Gayatri yang berlokasi di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, memang menjadi salah satu tempat yang paling diburu umat Khonghucu saat Perayaan Imlek berlangsung, termasuk tahun 2025.
Tempat ibadah sekaligus wisata spiritual tersebut dikenal milik pribadi namun dapat dikunjungi berbagai kalangan untuk beribadah.
Baca Juga: Serunya Berinteraksi dengan Aneka Satwa di Faunaland, Tempat Wisata Keluarga di Jakarta!
Suasana penuh hikmat begitu terpancar ketika memasuki Vihara yang berdiri sejak 1983. Warna merah sangat pekat terasa, dengan aroma hio yang juga menyengat hidung. Seluruh umat Khonghucu memajatkan doa, agar membawa kebaikan serta peruntungan di Tahun Baru Imlek 2025 pada tahun ular kayu ini.
Anak ke 5 pemilik Vihara, Mulia Wati menjelaskan menjelang hari raya imlek berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan vihara dalam kondisi baik.
“Persiapan dilakukan satu minggu sebelum hari imlek, termasuk membersihkan patung, mencuci wadah dupa, dan merapikan tempat ibadah,” jelas Mulia Wati kepada Radar depok, Kamis (29/1/2025).
Baca Juga: Nggak Nyangka Puding Semburat Mini Leci Strawberry Ini Cantik Banget dan Buatnya Mudah!
Mulia Wati mengatakan, terdapat sedikit perbedaan hiasan imlek kali ini dengan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan pemasangan lampu lampion di sekitar vihara.
“Lebih meriah ada pemasangan lampion. Tahun kemarin kan nggak gitu, cuma lampu aja. Sekarang ada lampionnya,” kata Mulia Wati.
Mulia Wati mengungkapkan, terdapat enam alat puja bhakti di Vihara Gayatri, yang sering digunakan dalam ritual keagamaan.
“Ada tambur, gong, mui, incing (bel), tan ce, dan he ce,” ungkap Mulia Wati.
Baca Juga: Musrenbang Kelurahan Sukamaju Baru Wujudkan Perubahan Depok Maju, Berikut Usulannya!
Menurut Mulia Wati, vihara itu juga memiliki fasilitas unik, seperti pemandian air tujuh sumur yang dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang melakukan ritual di sana.
“Sumur itu dipercaya untuk rezeki, menolak mala petaka, sehat sentosa, menaikan derajat, kedudukan dan lainnya. Ada sepuluh sumur, sebelumnya ada tujuh namun sudah disempurnakan,” ujar Mulia Wati.