RADARDEPOK.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar Majelis Taklim Asohibiyah, Kampung Sukamakmur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi petaka.
Tiga orang jamaah meninggal dunia, dan 34 lainnya mengalami luka, mulai dari luka berat hingga ringan akibat gedung musala yang dijadikan tempat acara ambruk pada Minggu, 7 September 2025.
Peristiwa yang mengejutkan warga Kampung Sukamakmur RT 05/04, ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, saat ratusan jamaah ibu-ibu dan anak-anak memenuhi musala dua lantai itu.
Salah seorang saksi mata menyebutkan, sebelum bangunan yang berdiri ditengah-tengah perkampungan itu sempat terdengar suara retakan atau patahan.
Tidak berselang lama, bangunan musala yang dibangun permanen ini ambruk menimpa puluhan jamaah.
“Sempat terdengar suara brak...brak..., terus bangunan ambruk,” kata Saidah (48).
Suasana saat kejadian pun seketika berubah menjadi kepanikan dan penuh teriakan histeris jamaan dan anak-anak.
“Saya lihat banyak ibu-ibu yang terluka dan anak-anak nangis,” ujar Saidah.
Baca Juga: Gus Ipul Beberkan 3 Langkah Strategis Kemensos Pulihkan Korban Pasca Aksi Demo
Warga lainnya yang ada disekitar acara Maulid Nabi Muhammad SAW, langsung menghampiri lokasi ambruknya musala untuk menolong korban yang tertimbung material beton.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor M. Adam mengatakan, sebanyak 28 korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor, satu orang ke Rumah Sakit PMI Bogor, dan sisanya di beberapa rumah sakit dan klinik.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa seluruh korban telah mendapat penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Dari 28 korban selamat, 3 di antaranya mengalami luka berat, seperti cedera kepala, patah tulang dan luka dalam akibat tertimpa material beton.