Sabtu, 30 September 2023

Lingkungan Belum Tahu Hunian Jepang di Depok, RT3/7 Curug Takut Longsor

- Senin, 20 Februari 2023 | 07:15 WIB
GUNDUL : Kondisi terkini lahan di Situ Kancil, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, yang dulunya dijadikan resapan air, Minggu (19/2).  (ALDY RAMA/RADAR DEPOK)
GUNDUL : Kondisi terkini lahan di Situ Kancil, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, yang dulunya dijadikan resapan air, Minggu (19/2). (ALDY RAMA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COMPerumahan Jepang yang digarap PT Graha Perdana Indah (GPI) diminta transparan soal pembangunan. Keladinya, tak semua lingkungan yang terdampak sudah tahu soal pembangunan hunian konsep Jepang. Di RT3/7 Kelurahan Curug, Bojongsari Kota Depok misalnya. Di lingkungan tersebut tidak tau akan dibangun perumahan ala Jepang.

Ketua RT3/7 Kelurahan Curug, Marfudin mengatakan, sosialisasi dengan pihak terkait telah dilakukan saat awal-awal proyek ingin digarap. Ketika itu dia belum menjabat sebagai Ketua RT3/7 Curug sekira tahun 2021 atau 2022.

"Pihak PT GPI menjanjikan untuk mewujudkan perluasan tanah makam seluas 600 meter, lapangan pekerjaan, pembangunan posyandu, ambulan, perluasan jalan dari Jalan Jamur hingga ke makam itu 7 meter," ungkap Diding –sapaan Marfudin- kepada Harian Radar Depo, Minggu (19/2).

Baca Juga: Pembuang Korban Tabrak Lari yang Dekat Kandang Ayam di Depok Ditangkap Polisi

Diding menjelaskan, hingga saat ini PT GPI belum mewujudkan perluasan Jalan Jamur tesebut. Ada wacana kalau perluasan jalan itu akan dilebarkan, tetapi sesuai dengan lahan PT GPI saja. "Karena sebagian lahan di Jalan Jamur itu milik warga. Padahal, waktu itu mereka bilang dari Jalan Jamur hingga ke tanah makam itu akan dilebarkan hingga mobil bisa masuk," ucap Diding.

Namun, lanjut dia, saat ini pihak yang bersangkutan belum mengadakan sosialisasi kembali dengan para pengurus lingkungan setempat. Belum ada kabar lebih lanjut. "Pertemuan terakhir antara pihak terkait dengan para pengurus lingkungan itu pada 2022 akhir, sebelum pergantian RT/RW," ucap Diding.

Diding mengungkapkan, dampak yang dirasakan masyarakat sekitar saat berlangsungnya pembangunan, diantaranya seperti debu angin, dan rasa khawatir akan longsor. "Intinya, dari masyarakat maupun PT GPI harus saling waspada. Jadi kalau ada sesuatu yang terdampak dari lingkungan harus siap menanggapi atau cepat tanggap," ungkap dia.

Baca Juga: Lazada Lagi-lagi Janji, Warga Jatijajar Depok Minta 300 Pekerja Dikasih 200

Berkaitan dengan perumahan yang dibangun dengan konsep Jepang. Diding mengaku belum mengetahui apapun terkait itu. Menurutnya, konsep yang diusung pihak terkait itu hanya dibahas secara internal oleh mereka. "Mungkin hanya beberapa orang saja yang tahu terkait itu, tetapi saya belum mengetahui apapun kalau itu," kata dia.

Soal janji PT GPI yang ingin mempercantik Situ Kancil, Diding membenarkan bahwa kala itu dia mendapat informasi dari pihak yang bersangkutan atas informasi tersebut. "Namun yang saya pertanyakan, apakah situ itu jadi milik perumahan atau sekitar warga Curug. Karena kalau sudah jadi perumahan, tentu situ itu sudah milik perumahan, pasti tidak ada," jelas Diding.

Jikalau keberadaan Situ Kancil tidak ada di lingkup masyarakat karena pembangunan perumahan, kemungkinan para tokoh masyarakat maupun pejabat pemerintahan yang bertindak.

Baca Juga: Klub di Depok Minta Mafia Bola Diberangus dan Liga 2-3 Dilanjutkan

"Kami hanya ingin kondisi lingkungan yang aman, damai dan kondusif. Jangan sampai ada bentrokan antara pengembang dengan lingkungan. Apapun masalahnya, lebih baik dimusyawarahkan secara kekeluargaan antara PT GPI dan masyarakat," tegas dia.

Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kapok, Kasno mengaku kecewa dengan wakil rakyat di Depok yang hingga kini yang sifatnya hanya tunggu-tungguan. Seharusnya dengan adanya keluhan dari masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti. PT GPI juga semestinya terbuka apa yang mau dibangun.

Lalu, bagaimana dengan resapan air yang hilang (Situ Kancil) dan garis sempadan sungai (GSS)-nya. “Site plan perizinan 2012 dengan pembangunan 2023 milik PT GPI perlu diperiksa lagi. Nanti kalau ada data kami yang akan sidak,” tegas dia singkat.

Halaman:

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembangunan Stadion Pemuda Limo Depok Rp7 Miliar Dipantau

Selasa, 26 September 2023 | 08:30 WIB
X