"Jika menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, itu tidak cukup, baik dari segi waktu maupun anggarannya," ucapnya.
"Oleh karena itu, agar perbaikannya benar-benar maksimal, akan kami alokasikan tahun 2024,” tambah Benny.
Sebelumnya, atap pada dua ruang kelas di lantai dua SDN 01 Sukadanau itu, ambruk pada Sabtu (6/5) petang. Diduga, atap bangunan tersebut ambruk karena tersapu angin.
Tidak ada korban jiwa ataupun luka dari peristiwa tersebut, namun dua ruang kelas mengalami rusak berat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Fathurrahman menyampaikan, sekolah yang ambruk itu bukan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bekasi, melainkan bantuan program CSR perusahaan pada 2007 lalu.
"Empat ruang kelas merupakan tersebut merupakan pembangunan melalui CSR dari salah satu perusahaan di kawasan industri MM2100,” ujarnya.
Diakui Imam, kondisi kelas di lantai dua tidak lagi memadai, sehingga tidak digunakan. Untuk itu, saat atap ambruk, kondisi sekolah aman.
"Total pembangunan empat ruang kelas tersebut dibangun sejak tahun 2007. Sejak tahun 2018, dua ruang kelas sudah tidak layak lagi, sehingga tidak digunakan,” pungkasnya. ***