RADARDEPOK.COM - Budidaya lebah trigona menjadi salah satu bududaya yang dikembangkan di Lokasi Khusus (Lokus), Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) RW4 Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Selasa (10/10).
Setelah melalui berbagai pelatihan yang ada. Akhirnya lebah trigona yang dibudidaya dan dikembangkan ini berhasil mencapai tahap panen perdana, hingga menghasilkan madu yang berkualitas dan khasiat tinggi.
Lurah Duren Seribu, Kiki Mutakin mengatakan, ini merupakan tes panen untuk satu koloni madu lebah trigona. Untuk panen besar-besarannya, akan dilakukan bersama camat dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok.
"Alhamdulillah hasil tes panen perdana ini cukup memuaskan. Karena memang lokasi budidaya ini juga dipenuhi dengan berbagai tumbuhan, yang menjadi makanan dari lebah trigona itu sendiri," tutur Kiki Mutakin, Selasa (10/10).
Kiki Mutakin mengungkapkan, kuantitas panen yang dihasilkan satu koloni lebah trigona, dapat menghasilkan madu maksimal 2 kilogram.
Sedangkan, jika memanen menggunakan alat sederhana, kuantitas hasil panen yang didapat itu maksimal mencapai 1 kilogram.
Baca Juga: Lagi Promo! Seru seruan di Wahana Ekstrem Dufan, Tiket Gratis, ini Syaratnya
"Ditotalkan ada 10 kotak atau 10 koloni lebah trigona yang dibudidayakan di sini. Perihal panen akbarnya, kami menyesuaikan jadwal dari pak camat, DKP3 dan lainnya agar bisa berkumpul bersama-sama di sini," kata Kiki Mutakin.
Di lokasi yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Duren Seribu, Masridawati Siregar mengatakan, panen perdana hasil dari budidaya lebah trigona ini, merupakan hasil dari pelatihan yang diberikan DKP3 Kota Depok.
Artikel Terkait
Madu Mutiara Ciptakan Kemasan Sachet
Madu Mutiara Santuni 250 Yatim dan Dhuafa
500 Botol Madu Mutiara Terbang ke Malaysia
10 Tahun Berdiri, Madu Mutiara Kembangkan Produk Baru
Rumah Perempuan Ini Dipenuhi Ribuan Lebah Madu, Takut untuk Keluar : Rumah Penuh Berkah