Minggu, 19 April 2026

Sempat Diamankan karena Nekad Buka Baju di Depan Istana Bogor, Pria Ini Dipulangkan ke Condet

Mohammad Agung, Radar Depok
- Rabu, 8 Maret 2023 | 21:45 WIB
Warga yang sempat menerobos Istana Bogor untuk memaksa bertemu Presiden RI Joko Widodo, Rabu (8/3). FOTO: SOFYANSYAH/RADAR BOGOR
Warga yang sempat menerobos Istana Bogor untuk memaksa bertemu Presiden RI Joko Widodo, Rabu (8/3). FOTO: SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

RADARDEPOK.COM, BOGOR – Hendak menerobos Istana Bogor seorang pria sudah diamankan Dinas Sosial Kota Bogor, pada Rabu (8/3). Kabar terbaru, pria tersebut dipulangkan ke Condet, Jakarta Timur.

Kabid Rehabilitas Sosial Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, pria tersebut diantarkan Polresta Bogor Kota ke kantornya sekitar pukul 14.30 WIB.

Setelah melakukan tanya jawab, Dinsos Kota Bogor menghubungi saudarinya yang tinggal di Condet, Jakarta Timur.

Baca Juga: Pria Ini Nekad Buka Baju di Depan Istana Bogor, Ngaku Anak Angkat Jokowi

“Jadi, setelah kami lakukan asesmen dan kami langsung hubungi keluarganya, ternyata memang Pak Suradi ini sudah beberapa hari memang bingung, linglung,” ungkap Dody, Rabu (8/3).

Pihak keluarga menyebut, Suradi memang berasal dari Wonosobo. Tetapi, ia tinggal di rumah saudarinya di Condet.

Pada Rabu pagi, Suradi pamit pergi dari rumah di Condet untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Menurut Dody, Suradi sedikit sulit ketika dimintai keterangan.

Awalnya, Suradi mengaku ingin menyampaikan pesan ke Jokowi sehingga nekad masuk ke Istana Bogor, namun beberapa saat kemudian ia mengaku hanya ingin bertemu Jokowi.

“Dari awal pemeriksaan, pas datang ngaku wali Allah yang akan menyampaikan pesan-pesan ke Pak Jokowi. Tapi kami olah terus, kami ajak komunikasi tentang niat dia ke Bogor itu, kadang suka nggak nyambung juga,” tutur Dody.

Setelah dilakukan asesmen, Dinsos Kota Bogor akan mengantar Suradi ke Stasiun Bogor agar kembali ke tempat tinggalnya.

Sebab, Suradi berangkat dari Condet ke Bogor menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Pasar Minggu ke Bogor.

Namun, Dody tidak bisa menyatakan apakah Suradi memiliki gangguan jiwa atau tidak. Lantaran hal itu merupakan ranah dokter.

Dari pantauannya, cara bicara Suradi tergolong normal meskipun harus sedikit ditekan.

“Karena-kadang nyambung ngomongnya, kadang error lagi. Cuma hasil asesmen kita, kalau ada sedikit kita tekan ya ngomongnya normal. Karena dia hafal juga nomor handphone kakaknya,” terang Dody.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Daftar Kru dan Penumpang Korban Helikopter PK CFX

Jumat, 17 April 2026 | 13:08 WIB
X