RADARDEPOK.COM, JAKARTA -- Dua hari atau H-2 Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, Kamis (20/4) akan ada fenomena alam langka di Indoneisa, yaitu Gerhana Matahari Hibrida.
Diketahui, Gerhana Matahari Hibrida merupakan peristiwa Gerhana Matahari yang mempunyai 2 macam gerhana berbeda terjadi dalam satu waktu.
Dimulai dengan Gerhana Matahari Cincin, kemudian Gerhana Matahari Total, dan akan kembali Gerhana Matahari Cincin.
Kejadian tersebut, bisa dilihat masyarakat Indonesia di sejumlah wilayah. Sementara untuk Gerhana Matahari Cincin hanya bisa dilihat di Amerika Serikat, sebagian Amerika Tengah, Kolombia dan Brazil.
Baca Juga: Gerhana Matahari Parsial Lintasi Depok Pukul 10.34 WIB
"Pada 20 April 2023 nanti akan ada Gerhana Matahari Hibrida,” ungkap Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, Emanuel Sungging dilansir dari laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Emanuel Sungging menyebut fenomena yang cukup langka terjadi ini menjadi momen yang baik untuk dilakukan riset antariksa.
Informasi terkait Gerhana Matahari Hibrida juga disampaikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melalui media sosial (medsos) resminya.
Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Nasional yang kini berada dibawah BRIN itu menjelaskan bahwa Yogyakarta akan menjadi provinsi yang paling awal mengalami Gerhana Matahari Sebagian.
Sementara Medan akan menjadi provinsi yang paling awal mengakhirinya. Jayapura kemudian akan menjadi wilayah yang paling akhir memulai, sekaligus mengakhiri Gerhana Matahari Sebagian.
Sayangnya ini tidak dapat disaksikan di lima kabupaten/kota di Aceh, seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Besar dan Pidie.
Peneliti Pusat Antariksa BRIN Andi Pangerang juga menyampaikan, gerhana Matahari hibrida adalah perpaduan dari gerhana Matahari total dan gerhana Matahari cincin. Andi menjelaskan bahwa gerhana Matahari hibrida terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus.
“Posisi yang segaris menyebabkan bayangan dari Bulan jatuh ke permukaan Bumi sehingga Matahari tidak terlihat secara utuh,” terang Andi seperti dikutip dari radarbogor.id (group radardepok.com).
Pada saat terjadi, daerah di Bumi yang letaknya di bawah umbra atau bayangan ini akan mengalami gerhana Matahari total. Sedangkan daerah di Bumi yang berada di bawah penumbra atau bayangan kabur ketika gerhana Matahari akan mengalami gerhana Matahari sebagian. ***