RADARDEPOK.COM - Hingga Minggu 5 Oktober 2025, proses pencarian dan evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny telah mencapai sekitar 60 persen.
Ditargetkan seluruh area bisa rata dan tuntas pada Senin 6 Oktober 2025. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan saat konferensi pers pada Minggu 5 Oktober 2025.
"Dari evakuasi ini yang dilakukan oleh Basarnas sudah sekitar 60 persen harapan kita besok semuanya sudah rata, dan kita bisa mengetahui korban-korban yang ada direruntuhan tersebut." Kata Mayjen TNI Budi Irawan dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Senin 6 Oktober 2025.
Ia juga menambahkan akan mendatangkan tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memberikan bimbingan dan pengawasan, agar saat pemotongan beton tidak menyebabkan gedung rusak atau runtuh.
Hal ini dilakukan karena proses evakuasi sempat terkendala, disebabkan adanya beton besar yang menempel pada bangunan di sebelah kiri.
Kondisi ini memerlukan penanganan yang sangat hati-hati untuk memastikan struktur bangunan di sekitarnya tidak terganggu.
Tim SAR gabungan, termasuk BNPB dan Basarnas, harus bekerja dengan ekstra waspada agar proses evakuasi tidak berisiko merusak gedung lain di sekitar lokasi kejadian.
Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Operasi Basarnas Laksmana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menambahkan, bahwa Tim Sar Gabungan telah berhasil membuka jalan di tengah yang merupakan area A3 dan A4.
Di area inilah di temukan banyak korban yang saling tertumpuk. Selanjutnya korban meninggal dunia yang telah ditemukan langsung di kirim ke RS Bhayangkara untuk segera diindentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Baca Juga: Cobain Menginap di Pineus Tilu 4, Glamping dengan Keindahan Hutan Pinus dan Pemandangan Sungai
Ia juga mengupayakan untuk bekerja secara maksimal selama 24 jam, serta meminta dukungan dan doa restu agar proses pencarian dan evakuasi korban berjalan dengan lancar maksimal.***